Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Jangan Lagi Timbul Tenggelam! Perbakin Mimika Resmi Dilantik, John Rettob Kirim Sinyal Keras ke Dunia Olahraga

109
×

Jangan Lagi Timbul Tenggelam! Perbakin Mimika Resmi Dilantik, John Rettob Kirim Sinyal Keras ke Dunia Olahraga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Suasana itu tidak sekadar seremoni. Ada nada tegas, ada harapan yang ditanam, dan ada peringatan yang dilontarkan tanpa tedeng aling-aling. Di tengah prosesi pelantikan Pengurus Cabang (Perbakin) Kabupaten Mimika masa bakti 2025–2029, Jumat (27/02/2026), satu kalimat melesat lebih tajam dari peluru di lapangan tembak.

╔════════════════════════════════╗
“Jangan lagi timbul tenggelam.”
– Johannes Rettob
╚════════════════════════════════╝

Example 300x600

Kalimat itu datang dari Bupati Mimika, . Pendek. Tegas. Menghunjam.

Organisasi yang Pernah Hidup–Redup

Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum Pengprov Perbakin Papua, , turut disaksikan Bupati Nabire, . Di ruangan itu, hadir pula aparat, tokoh olahraga, dan jajaran pemerintahan. Namun, sorotan bukan sekadar pada susunan pengurus baru—melainkan pada pesan yang dibawa.

Kepengurusan kini dikomandoi Ananias Faot sebagai Ketua, didampingi Umbu Sairo—yang juga menjabat Danyon Brimob Pelopor B Polda Papua. Komposisi ini diharapkan menjadi simbol kekuatan baru: disiplin, struktur, dan arah yang jelas.

Bagi Johannes Rettob, Perbakin Mimika sejatinya bukan organisasi asing dalam dinamika olahraga daerah. Ia pernah aktif. Ia pernah hidup. Tapi kemudian redup.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Perbakin sebenarnya cukup aktif di Mimika. Tapi kemudian timbul tenggelam. Saya harap pengurus ini bisa mewakili Papua Tengah hadir di tingkat nasional.”
– Johannes Rettob
╚══════════════════════════════════════════╝

Nada suaranya bukan sekadar harapan. Itu adalah alarm.

Pesan untuk KONI: Jangan Pilih Atlet karena Keluarga

Pidato itu melebar. Tidak hanya tentang Perbakin. Ia menyentuh persoalan klasik olahraga daerah: politisasi, relasi personal, dan praktik pilih-pilih atlet.

Menjelang pemilihan Ketua KONI yang baru, Bupati John mengirim sinyal keras.

╔══════════════════════════════════════════════╗
“Semua cabor harus bernaung dengan baik di bawah kepengurusan KONI yang baru. Jangan pilih-pilih atlet karena keluarga atau teman.”
– Johannes Rettob
╚══════════════════════════════════════════════╝

Pernyataan itu seperti peluru kedua—lebih sosial daripada teknis, namun dampaknya bisa lebih besar. Dunia olahraga, menurutnya, harus dibangun di atas meritokrasi, bukan kedekatan.

Janji Profesionalisme dan Pembinaan Berjenjang

Di sisi lain podium, Ketua terpilih Ananias Faot berbicara dengan nada berbeda—lebih teknis, lebih operasional, namun penuh optimisme.

Ia menyampaikan komitmen membangun pembinaan berjenjang dari tingkat pemula, meningkatkan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan, serta memperluas partisipasi di berbagai kejuaraan.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Kami akan melaksanakan tugas secara terarah dan profesional. Pembinaan harus dimulai dari bawah, berjenjang, dan berkelanjutan.”
– Ananias Faot
╚══════════════════════════════════════════╝

Sinergi menjadi kata kunci. Pemerintah daerah, KONI, aparat keamanan, hingga seluruh stakeholder disebut sebagai mitra strategis.

Sementara Jhony Banua Rouw mengingatkan bahwa kepercayaan bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Kepercayaan yang diterima harus dipertanggungjawabkan. Papua Tengah harus bisa menyumbang medali pada PON mendatang.”
– Jhony Banua Rouw
╚══════════════════════════════════════════╝

Menembak Lebih dari Sekadar Olahraga

Di Mimika, menembak bukan hanya olahraga presisi. Ia adalah simbol disiplin, fokus, dan konsistensi—nilai-nilai yang juga dibutuhkan organisasi agar tidak kembali “timbul tenggelam”.

Pelantikan itu kemudian ditutup dengan buka puasa bersama. Di meja-meja panjang, gelas dan piring berderet. Tawa terdengar. Namun pesan yang menggantung di udara tetap sama: konsistensi.

Perbakin Mimika kini memulai babak baru.

Apakah ia akan kembali redup?

Ataukah kali ini benar-benar membidik target yang lebih jauh—nasional, bahkan PON mendatang?

Jawabannya bukan pada seremoni.

Jawabannya ada pada kerja.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe