Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
KesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Jangan Biarkan Anak – Anak Kita Tumbuh Dalam Sunyi

89
×

Jangan Biarkan Anak – Anak Kita Tumbuh Dalam Sunyi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GENTING Diluncurkan di Kupang Timur, Aurum Titu Eki Serukan Perang Nyata Lawan Stunting

KUPANG |LINTASTIMOR.ID-Pagi di Aula Kantor Camat Kupang Timur, Selasa, 3 Maret 2026, terasa berbeda. Udara lembap bercampur harapan. Di antara kursi-kursi plastik yang disusun rapi, para ibu menggendong bayi mereka—sebagian tertidur, sebagian menatap kosong langit-langit ruangan yang memantulkan cahaya putih.

Di ruangan itulah, sebuah gerakan dilahirkan kembali dengan komitmen baru: Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Example 300x600

Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki  berdiri di podium. Suaranya lembut, tetapi pesannya tegas. Ia tidak sedang membaca sambutan seremonial. Ia sedang mengirim peringatan.

╔════════════════════════════════╗
“Pemerintah bisa membantu.
Tetapi kalau orangtua tidak memberi perhatian pada hal-hal kecil dari anak-anak kita,
stunting tidak akan turun begitu saja.”
╚════════════════════════════════╝

Kata-kata itu menggantung di udara. Sunyi. Lalu tepuk tangan pelan terdengar—bukan karena formalitas, tetapi karena ada kebenaran yang menyentuh.

Kolaborasi yang Tidak Boleh Berhenti di Spanduk

Program GENTING bukan sekadar pembagian bantuan. Ia lahir dari kebijakan nasional percepatan penurunan stunting yang mengamanatkan konvergensi lintas sektor, dengan sebagai ketua pelaksana.

Di Kupang Timur, gerakan ini menjelma nyata:
75 bayi usia 5–6 bulan akan menerima bantuan nutrisi selama tiga bulan penuh.

Bantuan itu datang dari dunia usaha——yang memilih turun langsung, bukan sekadar menyumbang angka di laporan tahunan.

Aurum tidak menutup mata pada realitas pahit.

╔════════════════════════════════╗
“Kami pemerintah sedikit tersentak.
Usaha kita selama ini belum maksimal menurunkan stunting di Kabupaten Kupang.”
╚════════════════════════════════╝

Kejujuran itu terasa jernih. Tidak defensif. Tidak mencari kambing hitam. Sebuah pengakuan yang jarang terdengar dalam forum resmi.

Stunting Bukan Sekadar Soal Makan

Di sudut ruangan, seorang ibu muda menggoyang pelan bayinya yang rewel. Rambutnya terikat sederhana. Di tangannya, secarik kertas daftar penerima manfaat.

Stunting, kata orang, adalah soal kurang gizi.
Tetapi hari itu, para pembicara membongkar maknanya lebih dalam.

Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Kupang, Aurum mengingatkan bahwa stunting bukan hanya tentang piring yang kosong—tetapi juga tentang pelukan yang kurang.

╔════════════════════════════════╗
“Perhatian orangtua adalah kunci utama.
Pola makan penting,
tetapi pola asuh menentukan masa depan.”
╚════════════════════════════════╝

Kalimat itu seperti mengetuk hati banyak orang di ruangan.

37 Persen: Angka yang Tidak Bisa Dibiarkan

Perwakilan Kepala BKKBN Provinsi NTT, , menyebut angka yang membuat ruangan kembali hening: 37 persen.

Angka prevalensi stunting di NTT.

Sebuah statistik yang tidak sekadar data, melainkan wajah-wajah anak yang tumbuh tanpa tinggi optimal, tanpa daya tahan tubuh kuat, tanpa kesempatan maksimal.

╔════════════════════════════════╗
“GENTING adalah gotong royong.
Bukan hanya makanan bernutrisi,
tapi juga rumah layak huni, jamban sehat, dan air bersih.”
╚════════════════════════════════╝

Ia mengingatkan kisah lama di Desa Manusak, ketika sumur bor dibangun demi suplai air bersih. Bukti bahwa intervensi harus menyentuh akar persoalan.

Stunting, pada akhirnya, adalah cerita tentang kemiskinan struktural yang harus dipatahkan bersama.

Dari Demo Masak ke Harapan Baru

Acara ditutup dengan demo masak oleh tim PT Indofood. Aroma makanan hangat menyebar di aula. Para ibu memperhatikan dengan saksama—bukan sekadar melihat resep, tetapi menyerap harapan.

Camat Kupang Timur, , menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya.

Tiga bulan ke depan, 75 keluarga akan didampingi. Bukan hanya diberi, tetapi diedukasi. Bukan hanya dibantu, tetapi diajak berubah.

Perang Sunyi Itu Dimulai dari Rumah

Hari itu tidak ada gong besar yang ditabuh. Tidak ada janji bombastis. Yang ada hanya kesadaran pelan tapi pasti: generasi tidak bisa ditunda.

Di Kupang Timur, perang terhadap stunting tidak dimulai dari panggung politik. Ia dimulai dari dapur-dapur kecil, dari tangan ibu yang menyuapi anaknya, dari ayah yang mulai belajar hadir lebih utuh.

Dan mungkin, dari keberanian seorang Wakil Bupati untuk berkata jujur: bahwa perjuangan ini belum selesai.

Karena stunting bukan sekadar soal tinggi badan.
Ia adalah soal tinggi harapan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe