Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Di Tanah Amungsa, Prajurit dan Perempuan Menjaga Harapan: Dari Timika, Deteksi Dini Menjadi Cahaya

68
×

Di Tanah Amungsa, Prajurit dan Perempuan Menjaga Harapan: Dari Timika, Deteksi Dini Menjadi Cahaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Di sebuah pagi yang lembap di Timika, langkah-langkah perempuan datang dengan wajah penuh harap. Mereka duduk berderet di ruang tunggu BLUD Puskesmas Timika, memegang nomor antrean, memegang doa, memegang keberanian.

Hari itu bukan sekadar pemeriksaan kesehatan. Ia adalah peringatan bahwa hidup perlu dijaga sebelum terlambat.

Example 300x600

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2026, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi kolaborasi hangat antara Kogabwilhan III, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, dan Puskesmas setempat.

Tak hanya pemeriksaan umum, agenda utama adalah deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara—dua penyakit yang diam-diam merenggut banyak nyawa perempuan Indonesia. Di saat yang sama, denyut solidaritas juga terasa di Mako , tempat ratusan prajurit bersiap mendonorkan darah mereka.

Di tengah kegiatan, Panglima Kogabwilhan III, , berbicara dengan nada tegas namun penuh empati.

╔══════════════════════════════════════╗
“Penyakit paling mematikan hari ini
adalah jantung dan kanker.
Karena itu, kita tidak boleh menunggu sakit
untuk peduli.
Deteksi dini adalah bentuk cinta
pada diri sendiri dan keluarga.”

Letjen TNI Bambang Trisnohadi
╚══════════════════════════════════════╝

Sekitar 120 perempuan mengikuti pemeriksaan, dan 90 persen di antaranya adalah masyarakat umum. Angka yang bukan sekadar statistik, melainkan wajah-wajah ibu, istri, anak perempuan yang memilih berani memeriksa diri.

Sementara itu, sekitar 200 prajurit TNI dikerahkan untuk aksi donor darah. Di barak Yonif 754/ENK, lengan-lengan berseragam loreng terulur dengan tenang. Tak ada gegap gempita. Hanya kesadaran bahwa setetes darah bisa menyelamatkan nyawa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, , menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang telah dipersiapkan dua pekan sebelumnya.

Menurutnya, kanker adalah penyebab kematian nomor dua pada perempuan. Karena itu, edukasi SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan screening kanker serviks menjadi langkah strategis yang relevan dengan kondisi kesehatan nasional.

╔══════════════════════════════════════╗
“Kita tidak bisa hanya mengobati.
Kita harus mendeteksi sebelum terlambat.
Inilah kerja bersama—pemerintah daerah, TNI,
tenaga kesehatan—untuk menjaga kehidupan.”

Reynold Rizal Ubra
╚══════════════════════════════════════╝

Pangkogabwilhan III menyebut kegiatan ini sebagai barometer. Timika menjadi titik awal untuk mengukur antusiasme dan dampaknya. Jika sambutan masyarakat kuat, program serupa bisa diperluas ke wilayah lain.

Di luar gedung puskesmas, langit Mimika terlihat cerah. Namun di dalam ruangan pemeriksaan, ada pergulatan sunyi antara takut dan harapan. Ada perempuan yang pertama kali memeriksakan diri. Ada yang datang karena riwayat keluarga. Ada yang sekadar ingin memastikan dirinya baik-baik saja.

Hari itu, seragam loreng dan jas medis berdiri berdampingan. Negara hadir bukan dengan senjata, tetapi dengan stetoskop dan kantong darah.

Di Tanah Amungsa, di tengah hiruk-pikuk aktivitas pertambangan dan denyut ekonomi Papua, pesan itu menggema lembut namun tegas:

Kesehatan adalah benteng pertama pertahanan bangsa.

Dan menjaga perempuan berarti menjaga masa depan.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe