Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaHukum & KriminalKabupaten MappiOtomotifPeristiwa

Di Simpang Telkom 01 Kepi, Kecepatan Mengalahkan Takdir: Satu Tubuh Terhempas, Satu Kaki Patah

60
×

Di Simpang Telkom 01 Kepi, Kecepatan Mengalahkan Takdir: Satu Tubuh Terhempas, Satu Kaki Patah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAPPI | LINTASTIMOR.ID
Pagi itu di Simpang Jalan Telkom 01 Kepi, waktu berjalan seperti biasa. Jalanan belum sepenuhnya ramai, angin masih membawa debu tipis, dan orang-orang melintas dengan keyakinan sederhana: sampai di tujuan dengan selamat. Namun dalam satu detik yang tak sempat dihindari, kecepatan bertabrakan dengan kehati-hatian—dan satu tubuh terlempar dari takdirnya.

Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor terjadi di wilayah hukum Polres Mappi, Jumat (6/2/2026). Yamaha N-Max tanpa nomor polisi yang dikendarai JM (20) melaju dari arah kanan, sementara Yamaha Mio J bernomor polisi L 6242 SX yang dikendarai SS (38) hendak berbelok arah. Benturan keras pun tak terelakkan.

Example 300x600

Di aspal Simpang Telkom 01, tubuh SS terpental beberapa meter dari titik tabrakan. Jalan yang biasanya hanya menjadi lintasan, seketika berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi kecil—namun cukup untuk mengubah hidup seseorang.

Detik-Detik Benturan

Bripka Jamal, Kaur Mintu Satlantas Polres Mappi, menuturkan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat pengendara Yamaha Mio J hendak berbelok.

Namun dari arah kanan, Yamaha N-Max datang dengan kecepatan tinggi.

“Tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan terjadi cukup keras,”
— Bripka Jamal, Kaur Mintu Satlantas Polres Mappi

Tubuh SS terlempar, jatuh, dan terdiam di atas aspal. Warga sekitar berhamburan, sebagian menutup mulut, sebagian lain berteriak memanggil bantuan. Saat dievakuasi oleh warga dan petugas medis, SS masih sadar. Namun rasa sakit yang dikeluhkan bukan sekadar nyeri—melainkan luka yang akan tinggal lama.

Hasil pemeriksaan medis memastikan: patah tulang pada bagian kaki.

Sementara itu, pengendara Yamaha N-Max hanya mengalami luka lecet dan trauma ringan, meskipun kendaraan yang dikendarainya mengalami kerusakan parah di bagian depan—sebuah kontras yang menyisakan ironi.

Jalan, Kecepatan, dan Harga Sebuah Kelalaian

Peristiwa ini kini dalam penanganan Satlantas Polres Mappi. Dua unit sepeda motor telah diamankan sebagai barang bukti. Unit Penegakan Hukum (Gakkum) juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengurai lebih dalam sebab-musabab kecelakaan.

“Kami telah mengamankan barang bukti dan melakukan olah TKP guna mengetahui secara detail penyebab kecelakaan,” ujar Bripka Jamal.

Namun di balik prosedur hukum dan garis polisi, tersisa pertanyaan yang selalu sama, namun jarang benar-benar dijawab:
mengapa kita selalu terlambat sadar, setelah korban berjatuhan?

Ketika Jalan Menjadi Pengingat

Dalam nada yang lebih reflektif, Bripka Jamal mengingatkan seluruh masyarakat Kepi—baik pengendara roda dua maupun roda empat—agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama.

“Mari kita tertib berlalu lintas agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ingat, keluarga menunggu di rumah. Keselamatan adalah prioritas utama,” tandasnya.

Di Simpang Telkom 01 Kepi, jalan itu kini kembali sunyi. Aspal telah bersih, kendaraan kembali melintas, dan waktu terus berjalan. Namun bagi SS, hidup tak lagi sama. Satu keputusan di jalan raya telah dibayar dengan rasa sakit, masa pemulihan panjang, dan luka yang mungkin akan selalu mengingatkan.

Di titik itulah kecelakaan lalu lintas tak lagi sekadar statistik.
Ia adalah cerita tentang manusia, tentang keluarga yang menunggu,
dan tentang satu detik yang seharusnya bisa dihindari.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe