Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupHiburanKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Di Meja Iftar, Kata-Kata dan Kepercayaan Dipertemukan

27
×

Di Meja Iftar, Kata-Kata dan Kepercayaan Dipertemukan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PT Freeport Indonesia, Wartawan Mimika, dan Ramadan yang Menghangatkan Ruang Publik

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID — Senja turun perlahan di kota tambang itu. Cahaya keemasan menyentuh meja-meja yang tertata rapi, sementara suara percakapan mengalir ringan, bersahabat. Di antara aroma takjil dan hidangan berbuka, ada sesuatu yang lebih dari sekadar makan bersama: kepercayaan yang dirawat.

Example 300x600

Melalui Corporate Communications, kembali menggelar buka puasa bersama wartawan di Kabupaten Mimika, Rabu (25/02/2026). Seluruh jurnalis dari berbagai media diundang dalam suasana yang hangat—tanpa sekat redaksi, tanpa jarak formalitas yang kaku.

Ramadan menjadikan ruang itu lebih hening, lebih reflektif.

Acara ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah pertemuan dua peran penting dalam ekosistem publik: korporasi dan pers. Di satu sisi, perusahaan dengan denyut industrinya. Di sisi lain, wartawan dengan fungsi kontrol dan penyampai informasi kepada masyarakat.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Puasa adalah ibadah yang sangat personal antara seorang hamba dan Tuhannya.
Hanya kita dan Allah yang tahu kualitas puasa kita.”

Ustadz Muhammad Amin
╚══════════════════════════════════════════╝

Kalimat itu disampaikan oleh Ustadz Muhammad Amin dari (MUI) Kabupaten Mimika dalam tausiah yang menyejukkan. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan hanya ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan kesabaran, kejujuran, dan empati sosial.

Ramadan dan Etika Ruang Publik

Di tengah dinamika relasi perusahaan dan media—yang kerap dibaca dalam spektrum kritis—momen seperti ini menghadirkan wajah lain: dialog dan silaturahmi.

Secara etik, hubungan korporasi dan pers harus tetap berdiri di atas profesionalisme dan independensi. Namun silaturahmi bukanlah kompromi. Ia adalah jembatan komunikasi.

Ustadz Amin menekankan bahwa puasa memiliki dimensi sosial yang kuat: kebersamaan dan toleransi. Mimika, katanya, adalah contoh harmoni antarumat beragama.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Mimika adalah contoh yang sangat baik dalam hal harmoni.
Tidak heran jika kabupaten ini meraih Harmoni Award.”

╚══════════════════════════════════════════╝

Pujian itu bukan sekadar retorika. Di Mimika, keberagaman adalah realitas sehari-hari. Dan Ramadan menjadi momentum mempertegas nilai toleransi yang telah lama hidup di tanah ini.

Kuis, Tawa, dan Bahasa yang Mencair

Konsep acara dirancang santai. Setelah tausiah, para wartawan mengikuti kuis berhadiah. Tawa pecah di beberapa sudut ruangan, mencairkan suasana yang sebelumnya khidmat.

Di meja-meja itu, ada reporter lapangan, editor, fotografer, dan kontributor. Mereka yang setiap hari menulis tentang pembangunan, konflik, kebijakan, dan peristiwa sosial di Mimika.

Bagi PTFI, kegiatan ini menjadi wujud apresiasi atas kontribusi insan pers. Bagi wartawan, ia adalah ruang interaksi yang lebih cair—di luar konferensi pers dan siaran resmi.

Namun lebih jauh dari itu, buka puasa bersama ini adalah simbol bahwa komunikasi publik tak selalu harus berlangsung dalam ketegangan.

Silaturahmi yang Dirawat

Dalam teori komunikasi korporasi, hubungan yang sehat dengan media dibangun melalui keterbukaan informasi dan konsistensi interaksi. Ramadan menjadi medium kultural untuk memperkuat nilai tersebut.

╔══════════════════════════════════════════╗
“Silaturahmi bukan tentang menyamakan posisi,
tetapi tentang saling memahami peran.
Perusahaan bekerja, pers mengawasi—
dan keduanya bertemu demi kepentingan publik.”

╚══════════════════════════════════════════╝

Senja itu akhirnya berubah menjadi malam. Azan magrib mengalun, dan doa-doa dipanjatkan sebelum hidangan disentuh.

Di meja iftar, bukan hanya kurma yang dibagikan. Ada niat untuk menjaga relasi tetap profesional dan harmonis. Ada harapan bahwa sinergi antara perusahaan dan wartawan akan terus tumbuh—bukan dalam bayang-bayang kepentingan, tetapi dalam terang transparansi.

Di Mimika, Ramadan tahun ini kembali mengajarkan satu hal sederhana:
bahwa kepercayaan, seperti puasa,
dibangun dengan kesabaran.

Example 300250