Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasional

Di Kedalaman Wuring, Mateus Rohi Tak Kembali

16
×

Di Kedalaman Wuring, Mateus Rohi Tak Kembali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pagi yang Mestinya Biasa Itu Berubah Duka di Perairan Maumere

MAUMERE |LINTASTIMOR.ID— Laut selalu menyimpan dua wajah: memberi kehidupan, sekaligus menyimpan rahasia. Di perairan Wuring, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu pagi itu, ombak bergerak seperti biasa. Namun bagi keluarga di Lorong Ayam, Kilo Dua, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, pagi tak lagi sama.

Example 300x600

Mateus Rohi (42) yang sehari sebelumnya pamit memanah ikan, tak pernah kembali.

Sejak Selasa, 17 Februari 2026, ia dinyatakan hilang setelah tidak muncul ke permukaan usai aktivitas menangkap ikan bersama dua rekannya. Pukul 06.00 Wita, kedua temannya telah kembali ke daratan. Sementara Mateus, tinggal di kedalaman.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut.

“Pihak keluarga bersama masyarakat sempat melakukan pencarian mandiri, namun korban belum ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor SAR Maumere untuk dilakukan operasi pencarian,” ujar Fathur.

Operasi di Laut yang Sunyi

Begitu laporan diterima, Tim SAR Gabungan bergerak cepat. Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (18/2/2026), armada dan peralatan dikerahkan: Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Kantor SAR Maumere, Sea Rider dari Ditpolairud Polda NTT, rubber boat, hingga perlengkapan selam.

Laut disisir perlahan. Koordinat demi koordinat ditelusuri dengan ketelitian dan harap yang tersisa.

Pukul 07.10 Wita, pencarian itu menemukan jawabannya.

Mateus Rohi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 0,59 nautical mile (NM) dari titik awal diduga tenggelam, tepatnya di koordinat 08°35’4.97″S – 122°12’0.23″E.

“Korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD TC Hiller Maumere untuk penanganan lebih lanjut,” tandas Fathur.

Jenazah dibawa menuju , mengakhiri operasi yang sejak awal dibayangi kecemasan.

Laut, Nafkah, dan Risiko

Di pesisir Maumere, memanah ikan bukan sekadar hobi—ia adalah tradisi, juga bagian dari ikhtiar hidup. Namun laut selalu menuntut kehati-hatian. Ia tak pernah sepenuhnya bisa ditebak.

Kini, keluarga di Kota Uneng menanti dengan duka yang tak lagi bertanya. Yang tersisa hanyalah doa dan kenangan.

Perairan Wuring kembali tenang. Ombak berulang seperti biasa. Tetapi bagi mereka yang kehilangan, laut akan selalu menyimpan satu nama: Mateus Rohi.

Dan pagi itu, Maumere belajar lagi, bahwa setiap keberangkatan tak selalu menjanjikan kepulangan.

Example 300250