TIMIKA, LINTASTIMOR.ID — Uang selalu punya dua wajah: harapan dan kecurigaan. Di tanah yang kaya namun luka, setiap rupiah yang mengalir untuk pendidikan dan kesehatan bukan sekadar angka—ia adalah masa depan seorang anak Amungme, biaya kuliah seorang pemuda Kamoro, atau obat bagi ibu di kampung yang jauh dari lampu kota.
Di ruang rapat Kantor YPMAK, Jalan Yos Sudarso, 12 Februari 2025 lalu, keputusan penting itu diteken. (YPMAK) menggandeng empat kantor akuntan publik (KAP) untuk melakukan audit independen atas laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana program mitra.
Langkah ini bukan sekadar administrasi. Ia adalah pernyataan sikap.
Bahwa dana kemitraan yang dikelola—berasal dari kerja sama dengan —harus berdiri di atas transparansi, bukan prasangka.
Audit yang Menyisir Hingga Akar
Empat KAP dengan mandat berbeda diturunkan untuk menyisir detail demi detail laporan keuangan.
KAP Purba Lauddin dan Rekan mengaudit lima yayasan pelaksana Program Kampung Sehat: Yayasan Papua Lestari, Yayasan Ekologi Papua, Yayasan Care Peduli, Yayasan Rumsram, dan Yayasan Siklus Sehat Indonesia.
KAP Adi dan Deki memeriksa pengelolaan dana beasiswa di .
KAP Helianto dan Rekan mengaudit program beasiswa di (Binterbusih) Semarang.
Sementara KAP S. Mannan Ardiansyah dan Rekan menelusuri dana pendidikan SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di dalam dan luar negeri—termasuk di dan —untuk periode Juli–Desember 2024 dan Januari–Juni 2025.
Audit tidak hanya memeriksa angka di atas kertas. Ia menelusuri transaksi, menguji kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur, serta mencocokkan penggunaan dana dengan rencana anggaran belanja (RAB) dalam perjanjian kerja sama (PKS).
Ini bukan pekerjaan kecil. Ini pekerjaan sunyi—namun menentukan.
Beban Administrasi dan Harapan yang Tak Boleh Tertunda
Wakil Ketua Pengurus Bidang Program YPMAK, Feri Magai Uamang, mengakui tantangan yang dihadapi lembaganya. Mitra pelaksana program cukup banyak, sementara tenaga pemeriksa LPJ terbatas.
Dalam situasi itu, administrasi bisa menjadi simpul yang menghambat.
╔════════════════════════════════╗
“Kehadiran KAP akan sangat membantu mempercepat pemeriksaan laporan keuangan mitra.”
╚════════════════════════════════╝
Bagi Bendahara YPMAK, Ramlon Marbun, persoalan ini bukan semata soal laporan, tetapi soal waktu—dan hak penerima manfaat.
╔════════════════════════════════╗
“Kita berharap LPJ dan audit bisa lebih cepat, sehingga dana dapat disalurkan tepat waktu.”
╚════════════════════════════════╝
Karena di balik keterlambatan administrasi, ada mahasiswa yang menunggu biaya semester. Ada siswa yang menggantungkan mimpi pada selembar surat keputusan beasiswa.
Tata Kelola dan Martabat
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyebut kerja sama ini sebagai langkah awal tahun yang strategis untuk memperkuat tata kelola.
YPMAK, katanya, mengelola dana besar bagi masyarakat Suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan. Dana itu bukan milik lembaga. Ia milik masa depan.
╔════════════════════════════════╗
“Kami terus mencari cara agar proses administrasi lebih ringkas tanpa mengurangi prinsip pertanggungjawaban. Kami juga berharap KAP tetap independen dan menjaga netralitas.”
╚════════════════════════════════╝
Leonardus optimistis, kehadiran auditor eksternal akan meringankan beban kerja internal sekaligus memperlancar pelaksanaan program—tanpa menggadaikan transparansi dan akuntabilitas.
Lebih dari Sekadar Audit
Di tanah Papua, kepercayaan adalah mata uang yang paling mahal. Transparansi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan moral.
Dengan menggandeng auditor independen, YPMAK seperti menyalakan lampu di ruang yang selama ini kerap dicurigai gelap. Bukan karena ada yang disembunyikan, tetapi karena cahaya adalah satu-satunya cara merawat kepercayaan.
Dan di balik setiap laporan yang diperiksa, setiap angka yang dicocokkan, ada wajah-wajah yang berharap: agar dana kemitraan benar-benar sampai, tepat waktu, tepat guna, dan tetap bermartabat.


















