Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Di Antara Jarum dan Harapan

85
×

Di Antara Jarum dan Harapan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Vaksin HPV Rp290 Ribu di Atambua, Ikhtiar Sunyi Melindungi Perempuan dari Ancaman Kanker Serviks

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Di lantai satu Kantor Bupati Belu, pagi itu tak hanya antrean yang terbentuk. Ada harap yang berbaris rapi. Ada kecemasan yang perlahan berubah menjadi keberanian. Dan di ujung meja registrasi, sebatang jarum kecil menjadi simbol perlindungan besar: vaksin HPV.

Example 300x600

Dalam rangka HUT ke-25 , bekerja sama dengan menggelar vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dengan harga terjangkau—Rp290 ribu per dosis. Sebuah angka yang, bagi banyak perempuan, terasa seperti pintu yang akhirnya terbuka.

Di hadapan para peserta, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly CH Rambitan, SH, berdiri dengan suara yang tenang namun sarat makna.

╔════════════════════════════════════╗
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar
untuk sebuah seremoni,
tetapi untuk menjaga kesehatan dan nyawa,
terutama perempuan Kabupaten Belu.”
╚════════════════════════════════════╝

Ketika Kata “Kanker” Tak Lagi Sekadar Bayangan

Kata kanker sering datang seperti bayangan panjang yang menakutkan. Ia identik dengan biaya mahal, pengobatan panjang, dan harapan yang kadang menipis. Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

Namun pagi itu, ketakutan itu seakan ditantang. Jarum kecil itu bukan ancaman, melainkan perisai.

Elly Rambitan mengingatkan, harga vaksin HPV pada umumnya bisa mencapai sekitar satu juta rupiah per dosis. Tak semua keluarga mampu menjangkaunya. Maka ketika harga diturunkan menjadi Rp290 ribu, itu bukan sekadar diskon—itu adalah akses.

╔════════════════════════════════════╗
“Jangan hanya lihat angka Rp290 ribu.
Lihatlah nilai perlindungannya.
Kesehatan perempuan jauh lebih mahal
dari apa pun.”
╚════════════════════════════════════╝

Di sudut ruangan, para generasi muda tampak antusias. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi duta-duta kesehatan yang kelak membawa cerita ini pulang ke rumah.

Pencegahan: Investasi Paling Rasional

Dalam sambutannya, Pj Sekda Belu menegaskan satu prinsip sederhana namun sering diabaikan: pencegahan jauh lebih murah dan lebih manusiawi daripada pengobatan.

Apalagi, Kabupaten Belu masih menghadapi tantangan serius, termasuk angka kasus HIV/AIDS yang tergolong tinggi di NTT. Kondisi itu menuntut kesadaran kolektif dan kerja lintas sektor.

Ia meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta seluruh tenaga medis memperkuat kolaborasi dengan BPOM, bukan hanya dalam pengawasan obat dan makanan, tetapi juga dalam gerakan nyata menjaga kesehatan masyarakat.

╔════════════════════════════════════╗
“Lebih baik mencegah daripada mengobati.
Kalau sudah sakit, biayanya besar
dan kesembuhannya belum tentu maksimal.”
╚════════════════════════════════════╝

Dari Momentum ke Gerakan Berkelanjutan

Kegiatan ini memang bagian dari peringatan ulang tahun. Namun harapannya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Belu, kesehatan adalah fondasi visi kepemimpinan daerah. Tanpa tubuh yang sehat, pembangunan hanya menjadi rencana di atas kertas.

Elly Rambitan mengajak organisasi perempuan dan seluruh pemangku kepentingan di Belu untuk menjadikan vaksinasi HPV sebagai gerakan bersama—gerakan sunyi yang mungkin tak selalu terlihat, tetapi menyelamatkan banyak masa depan.

╔════════════════════════════════════╗
“Kesehatan adalah modal dasar
dan harga paling mahal dalam hidup.
Dengan tubuh yang sehat,
kita bisa bekerja, bermimpi, dan
menjalani hidup dengan lebih baik.”
╚════════════════════════════════════╝

Di akhir kegiatan, satu per satu peserta meninggalkan ruangan dengan langkah ringan. Di lengan mereka, ada bekas kecil yang hampir tak terlihat. Namun di baliknya, ada perlindungan yang tak ternilai.

Dan di Atambua, hari itu, pencegahan tidak lagi menjadi wacana—ia menjelma tindakan.

Example 300250