Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaKesehatanNasionalPeristiwa

Dari Pantai Base-G, Revolusi Gizi Itu Dimulai Pertamina Patra Niaga dan Papua Jungle Chef Mengubah Keladi Menjadi Harapan Anak Papua

71
×

Dari Pantai Base-G, Revolusi Gizi Itu Dimulai Pertamina Patra Niaga dan Papua Jungle Chef Mengubah Keladi Menjadi Harapan Anak Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAYAPURA |LINTASTIMOR.ID— Angin laut Pantai Base-G berembus pelan, menyibak aroma asin yang menyatu dengan wangi daun gedhi yang direbus. Di atas meja sederhana, keladi ditumbuk hingga lembut. Tangan-tangan ibu kader posyandu menyimak dengan mata berbinar. Siang itu, bukan sekadar demo masak yang berlangsung—melainkan sebuah perlawanan sunyi terhadap stunting.

Di bawah langit biru Jayapura, Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura menghadirkan pelatihan inovasi pangan lokal bergizi dalam program CSR Posyandu Berdaya Imbi. Bersama sosok yang dikenal sebagai —Papua Jungle Chef—mereka meracik lebih dari sekadar resep: mereka meracik masa depan.

Example 300x600

Stunting, persoalan yang kerap dibahas dalam angka dan grafik, hari itu diterjemahkan dalam bahasa dapur. Dalam warna hijau daun, dalam tekstur keladi, dalam potongan ikan segar yang selama ini kerap dijauhi anak-anak karena aroma amis.

Charles berdiri di hadapan para kader, bukan sebagai koki selebritas, tetapi sebagai penjaga memori pangan lokal.

╔══════════════════════════════════╗
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari.
Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi
bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak.”
— Charles Toto
╚══════════════════════════════════╝

Di atas talenan kayu, keladi tumbuk berubah rupa menjadi Sushi Keladi—sebuah simbol bahwa modernitas tak harus menanggalkan identitas.

Keladi menjadi pengganti nasi, dengan indeks glikemik rendah. Daun gedhi menggantikan nori, kaya antioksidan dan baik bagi pencernaan. Sayur lilin, alpukat, serta ikan laut segar menjadi isi—perpaduan protein, lemak sehat, dan serat. Semua berasal dari tanah sendiri, dari laut sendiri.

Bagi kader Posyandu Cenderawasih, Heni Purwati, pengalaman ini seperti membuka pintu yang selama ini terkunci.

╔══════════════════════════════════╗
“Selama ini kami sering pusing kalau masak ikan.
Sudah diolah macam-macam tetap saja amis, anak-anak kurang suka.
Tapi tadi kami lihat sendiri—ternyata bisa diolah tanpa bau sama sekali,
dan anak-anak langsung suka.”
— Heni Purwati
╚══════════════════════════════════╝

Masalah gizi bukan hanya soal ketersediaan bahan, melainkan soal kreativitas dan keberanian mengubah kebiasaan. Pelatihan ini tak berhenti di meja demonstrasi. Para kader dibekali keterampilan yang akan diteruskan kepada masyarakat, mendukung Program PMT Anak Sekolah (5–9 tahun), PMT Remaja, hingga PMT Lansia.

IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar agenda CSR tahunan. Ini adalah ikhtiar menjaga warisan kuliner Papua agar tetap hidup, sekaligus relevan bagi generasi digital.

╔══════════════════════════════════╗
“Inovasi pangan lokal tidak berarti meninggalkan cita rasa tradisi.
Justru di situlah kekuatan kita.
Dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua,
kita membangun fondasi generasi Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul.”
— James W. Muabuay
╚══════════════════════════════════╝

Di Kelurahan Imbi, harapan itu kini tak lagi abstrak. Ia menjelma dalam tangan ibu-ibu yang percaya diri, dalam senyum anak-anak yang lahap menyantap sushi keladi, dalam keyakinan bahwa ketahanan pangan keluarga dimulai dari halaman rumah sendiri.

Stunting memang persoalan multidimensional. Tetapi dari Pantai Base-G, sebuah jawaban sederhana lahir: bahwa keladi, daun gedhi, dan sayur lilin bukan sekadar bahan pangan. Mereka adalah identitas, adalah martabat, adalah fondasi masa depan.

Dan di tengah debur ombak yang tak pernah lelah, revolusi kecil itu terus bergulir—sunyi, namun pasti.

Example 300250