Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Dari Lintasan ke Lautan Pengabdian

186
×

Dari Lintasan ke Lautan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Maria Aibekap: Emas, Disiplin, dan Kesetiaan pada Negeri

JAKARTA | LINTASTIMOR.ID —
Ia pernah melesat di lintasan, memecah sunyi stadion dengan hentakan kaki dan keberanian yang nyaris tak terkejar. Bertahun kemudian, ia berdiri tegak dalam balutan seragam biru TNI Angkatan Laut, menjaga ritme pengabdian dengan disiplin yang sama. Nama itu: Mayor Laut (S) Maria Aibekap—atlet legendaris Papua yang memilih melanjutkan hidupnya bukan sebagai legenda yang beristirahat, melainkan sebagai perwira yang terus melayani.

Maria Aibekap bukan sekadar cerita tentang kemenangan olahraga atau kenaikan pangkat militer. Ia adalah narasi tentang pilihan hidup, tentang bagaimana prestasi tidak berhenti pada podium, dan bagaimana kejayaan personal dapat diubah menjadi tanggung jawab publik.

Example 300x600

Lintasan yang Membesarkan Nama Bangsa

Sebelum pangkat dan tanda kehormatan militer melekat di pundaknya, Maria Aibekap lebih dulu mengibarkan Merah Putih lewat olahraga. Cabang atletik—khususnya lari gawang 100 meter putri—menjadi medan tempurnya.

Puncak prestasi itu tercatat pada SEA Games 1997, ketika Maria mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Sebuah kemenangan yang tidak hanya mencatat waktu tercepat, tetapi juga menegaskan bahwa Papua memiliki talenta kelas dunia.

“Di lintasan, Maria tidak hanya berlari untuk menang.
Ia berlari membawa nama daerah, harga diri bangsa, dan harapan generasi.”

Dominasi Maria berlanjut di berbagai kejuaraan nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Rekor nasional yang ia ciptakan sempat menjadi tolok ukur yang sulit dilampaui—bukti bahwa prestasi sejati lahir dari konsistensi, bukan keberuntungan.

Ketika Medali Menjadi Awal, Bukan Akhir

Banyak atlet memilih berhenti setelah masa keemasan berlalu. Maria Aibekap mengambil jalan berbeda. Ia memilih TNI Angkatan Laut sebagai ruang pengabdian berikutnya—sebuah keputusan yang menuntut adaptasi keras dari dunia kompetisi ke dunia hierarki, komando, dan disiplin mutlak.

Kini, ia menyandang pangkat Mayor Laut (S) dari Korps Suplai, dengan tanggung jawab strategis di bidang administrasi, keuangan, dan logistik—urat nadi yang menentukan kelancaran operasi militer. Penugasannya banyak dijalani di Koarmada III, kawasan Indonesia Timur yang mencakup Papua, tanah kelahirannya.

“Prestasi olahraga mengajarkan cara menang.
Militer mengajarkan cara bertahan dan bertanggung jawab.”

Di titik inilah makna keberhasilan berubah: dari kejayaan individu menjadi ketahanan institusi dan pelayanan negara.

Api yang Tidak Pernah Padam

Nama Maria Aibekap kembali menyentuh kesadaran publik saat PON XX Papua 2021. Ia dipercaya sebagai pembawa obor—sebuah simbol kehormatan yang tidak diberikan sembarangan.

Di Biak, Maria menerima api abadi dari legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, untuk kemudian membawanya menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Prosesi itu bukan sekadar seremoni.

Itu adalah peristiwa simbolik: api prestasi yang berpindah tangan, dari satu generasi juara kepada generasi berikutnya, dari arena olahraga ke ruang pengabdian yang lebih luas.

“Api itu tidak hanya menyala di obor.
Ia hidup dalam pilihan, pengorbanan, dan kesetiaan.”

Makna, Dampak, dan Pelajaran Publik

Kiprah Mayor Laut (S) Maria Aibekap menghadirkan pelajaran penting bagi publik, khususnya generasi muda Papua dan perempuan Indonesia:

  1. Prestasi bukan garis akhir, melainkan pintu menuju tanggung jawab yang lebih besar.
  2. Perempuan, termasuk dari KOWAL, mampu menembus ruang strategis olahraga dan militer dengan kualitas yang setara.
  3. Identitas daerah bukan batas, melainkan sumber kekuatan untuk mengabdi pada negara.

Dalam konteks hukum dan kebangsaan, figur seperti Maria Aibekap menunjukkan bahwa pengabdian pada negara memiliki banyak wajah—tidak selalu lewat jabatan politik, tetapi melalui disiplin, integritas, dan keteladanan.

Jejak yang Ditinggalkan

Maria Aibekap hari ini bukan hanya milik catatan sejarah olahraga atau daftar perwira TNI AL. Ia adalah narasi hidup tentang kesinambungan prestasi dan pengabdian.

Dari lintasan menuju lautan pengabdian, dari sorak stadion menuju senyap ruang tugas, ia membuktikan satu hal penting:
bahwa emas sejati bukan yang tergantung di leher, melainkan yang tercermin dalam kesetiaan pada negeri.

 

Example 300250