Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalKabupaten MappiKabupaten Mimika

Dari Kamoro Jaya Mengalir Harapan: Marianus Tandiseno Serap Aspirasi Warga dalam Reses DPRK Mimika

30
×

Dari Kamoro Jaya Mengalir Harapan: Marianus Tandiseno Serap Aspirasi Warga dalam Reses DPRK Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIMIKA| LINTASTIMOR.ID — Siang itu, di RT 11 Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, warga berkumpul dengan satu harapan sederhana: suara mereka didengar. Jalanan yang rusak, lampu jalan yang redup bahkan tak ada, hingga kebutuhan dasar seperti air bersih menjadi cerita yang selama ini hidup di antara rumah-rumah warga.

Example 300x600

Momentum Reses anggota DPRK Mimika pada Jumat (13/3/2026) menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka rasakan kepada anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan IV, Marianus Tandiseno.

Puluhan warga hadir dalam pertemuan tersebut, memanfaatkan kesempatan untuk mengungkapkan kondisi lingkungan mereka yang dinilai masih jauh dari kata layak.

Ketua RT setempat, Alex Onawame, dengan nada tegas menyampaikan harapan masyarakat agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi wilayah mereka.

“Pemerintah belum pernah turun melihat kondisi kami. Padahal kami sangat butuh air bersih, jalan diperbaiki, dan lampu jalan,” ujar Alex di hadapan peserta reses.

Selain kerusakan jalan lingkungan, warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan, sulitnya akses air bersih, serta banyaknya rumah yang tidak layak huni.

Sementara itu, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifa, menjelaskan bahwa sejumlah usulan warga sebenarnya telah dimasukkan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kelurahan, termasuk peningkatan jalan, pembangunan drainase, penerangan jalan, hingga fasilitas kesehatan.

Namun, ia mengakui pembangunan di wilayah tersebut sudah sangat lama tidak tersentuh.

“Terakhir pembangunan di wilayah ini terjadi tahun 2006, setelah itu tidak ada pembangunan lagi. Saya berharap semua elemen masyarakat ikut mendorong realisasi pembangunan,” ungkap Musdalifa.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Marianus Tandiseno menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga Kamoro Jaya agar dapat direalisasikan melalui jalur kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Kami akan dorong perbaikan jalan lingkungan dan rencana perbaikan rumah Ketua RT. Saya akan memperjuangkan aspirasi warga agar segera direalisasikan,” tegas Marianus Tandiseno.

Menariknya, kegiatan reses itu tidak berlangsung dalam suasana formal yang kaku. Pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat justru diwarnai nuansa kebersamaan melalui prosesi adat Bakar Batu, sebuah tradisi yang menjadi simbol persaudaraan dan solidaritas masyarakat Papua.

Di sekitar bara api yang menyala perlahan, warga dan tamu duduk bersama, berbagi cerita dan harapan tentang masa depan kampung mereka.

Secara kontekstual, kegiatan reses anggota dewan menjadi salah satu mekanisme penting dalam sistem demokrasi lokal. Melalui forum ini, masyarakat dapat menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, sementara wakil rakyat memperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan untuk diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan daerah.

Di Kamoro Jaya, pertemuan itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi warga, setiap kata yang disampaikan adalah titipan harapan—bahwa suatu hari jalan mereka akan diperbaiki, lampu akan menyala di malam hari, dan air bersih mengalir ke rumah-rumah mereka.

Example 300250