BPKAD Mimika Minta OPD Memuliakan Aset Negara Demi Anggaran yang Berkeadilan
TIMIKA| LINTASTIMOR.ID —
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan kerja pelayanan yang kian kompleks, pemerintah daerah dihadapkan pada satu pilihan sederhana namun bermakna: menghargai apa yang masih bisa digunakan, sebelum tergoda membeli yang baru. Pesan ini kembali ditegaskan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala BPKAD Mimika, Marthen Tappi Marlisa, mengingatkan agar pengadaan barang tidak dilakukan secara serampangan, melainkan diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap aset yang sudah tersedia dan masih layak pakai.
“Pengadaan barang baru seharusnya menjadi opsi terakhir. Jika aset yang ada masih bisa berfungsi optimal, maka itulah yang harus diprioritaskan,” ujar Marthen usai apel di Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, langkah ini bukan semata soal penghematan angka dalam laporan keuangan, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam mengelola uang publik agar tepat sasaran dan berkeadilan.
Marthen mengungkapkan, BPKAD Mimika saat ini menyimpan sejumlah aset bekas di gudang milik daerah. Sebagian telah melalui proses lelang, sementara sebagian lainnya masih memiliki nilai guna dan berpotensi dimanfaatkan kembali oleh OPD yang membutuhkan.
“Kami berharap para pengelola anggaran di OPD lebih bijak mengambil keputusan. Kalau aset lama masih bisa dipakai, mengapa harus membeli yang baru?” tegasnya.
Meski demikian, BPKAD tetap memberikan ruang bagi setiap OPD untuk melakukan pengadaan barang secara mandiri sesuai kebutuhan dan kewenangannya. Namun, Marthen menekankan bahwa setiap pengadaan tetap wajib dilaporkan kepada BPKAD untuk kepentingan pencatatan dan pengelolaan aset daerah secara tertib.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir di kalangan pejabat pemerintahan. Menurutnya, kecenderungan mengejar fasilitas baru kerap mengaburkan esensi pelayanan publik itu sendiri.
“Kualitas seorang pejabat tidak diukur dari barang-barang yang digunakannya, tetapi dari kemampuan menjalankan tugas dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Marthen.
Sebagai bentuk komitmen, BPKAD Mimika akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan aset di seluruh OPD. Upaya ini diharapkan mampu menekan pemborosan, memperpanjang usia pakai aset daerah, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali kepada kepentingan rakyat.
Di Mimika, efisiensi bukan sekadar penghematan, melainkan cara merawat kepercayaan publik terhadap negara—dimulai dari hal-hal yang paling dekat: meja kerja, kendaraan dinas, dan aset yang sering luput dari perhatian.


















