Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Belu Satu Data, Satu Tekad

85
×

Belu Satu Data, Satu Tekad

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bupati Willy Lay Merajut Arah Baru dari Lantai Satu Kantor Bupati

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Pagi itu, Rabu (19/02/2026), Lantai 1 Kantor Bupati Belu tak sekadar menjadi ruang seremonial. Di sana, harapan dirangkai, komitmen diteguhkan, dan arah pembangunan diperjelas.

Bupati Belu, , SH, mengambil sumpah dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Belu—sebuah momen yang lebih dari sekadar rotasi jabatan. Ia adalah penegasan visi.

Example 300x600

Suasana hening ketika sumpah jabatan diucapkan. Di hadapan unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, Wakapolres Belu, Dansatgas Pamtas RI–RDTL, serta para pimpinan OPD, Bupati Willy Lay berbicara bukan hanya tentang jabatan, melainkan tentang masa depan.


╔════════════════════════════════════╗
“Mari kita bekerja bersama untuk menjadikan ‘Belu Satu Data’.
Data yang akurat adalah fondasi keadilan.
Tanpa data yang benar, bantuan bisa salah arah.
Dengan data yang terintegrasi, kita menjaga martabat masyarakat.”
╚════════════════════════════════════╝

Data sebagai Wajah Keadilan

Bupati menaruh perhatian besar pada tata kelola data kependudukan. Baginya, KTP, akta lahir, dan akta kematian bukan sekadar dokumen administratif—tetapi pintu masuk bagi hak-hak warga negara.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil diharapkan menjadi garda terdepan memastikan setiap warga Belu tercatat, dikenali, dan dilayani. Konsep Belu Satu Data digelorakan sebagai langkah strategis agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, tanpa kebocoran, tanpa diskriminasi.

Di tengah tantangan zaman yang serba digital, akurasi data adalah bentuk keberpihakan.

Desa sebagai Titik Tumbuh

Tak berhenti pada administrasi, Willy Lay juga memaparkan strategi pengentasan kemiskinan yang berpijak di desa. Ia mengumumkan rencana alokasi satu desa sepuluh tenaga PPPK maupun PPPK Paruh Waktu untuk mendampingi pembangunan dan pemberdayaan.

╔════════════════════════════════════╗
“Kemiskinan tidak bisa dilawan dengan wacana.
Ia harus dijawab dengan kerja nyata, kolaborasi, dan keberanian membuka potensi desa.”
╚════════════════════════════════════╝

Kolaborasi bersama TNI, kepolisian, dan masyarakat menjadi kunci. Lahan marginal yang selama ini dipandang tak bernilai, menurutnya, dapat disulap menjadi investasi masa depan melalui penanaman sengon dan porang—komoditas bernilai ekonomi yang menjanjikan.

Desa bukan lagi halaman belakang pembangunan, melainkan halaman depan harapan.

PAD: Angka yang Bicara Optimisme

Dalam pidatonya, Bupati juga menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari Rp88 miliar pada 2024 melonjak menjadi Rp115 miliar pada 2025—sebuah lonjakan signifikan yang menandakan kerja keras dan potensi yang mulai tergali.

Target PAD 2026 sebesar Rp111 miliar, menurutnya, bukan angka yang harus dikejar dengan cemas, melainkan bisa dilampaui dengan inovasi dan integritas.

╔════════════════════════════════════╗
“Pendapatan daerah masih banyak yang belum tergarap optimal.
Pejabat baru harus membawa pengalaman dan keberanian untuk menggali potensi itu.”
╚════════════════════════════════════╝

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Ia berdiri di atas pengalaman dan keyakinan bahwa tata kelola yang transparan akan berbuah hasil.

Wajah-Wajah Baru, Energi Baru

Tiga pejabat strategis dilantik dan dikukuhkan dalam momentum tersebut:

  • Balasius Manek Lonis, S.Sos, dari Inspektur Inspektorat menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Belu.
  • Getrudis Diduk, S.H, menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belu.
  • Egidius Marten Manek, S.STP, dari Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Belu.

Rotasi ini bukan sekadar penyegaran birokrasi, melainkan reposisi strategi—menempatkan orang yang tepat pada titik krusial.

Pelantikan itu berakhir dengan jabat tangan dan senyum yang mengandung tanggung jawab besar. Di Lantai 1 Kantor Bupati Belu, hari itu, bukan hanya pejabat yang dilantik—melainkan juga komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih presisi, lebih dekat, dan lebih berpihak.

Belu sedang menata langkah.
Dan langkah itu dimulai dari data, desa, dan disiplin kerja.

Example 300250