Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkam

Aspal yang Menyatukan Harapan: Dari Haitimuk ke Kakaniuk, Jalan yang Membuka Masa Depan

258
×

Aspal yang Menyatukan Harapan: Dari Haitimuk ke Kakaniuk, Jalan yang Membuka Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MALAKA |LINTASTIMOR.ID—
Di pagi yang tenang di Haitimuk, ketika matahari perlahan menyapu ladang dan rumah-rumah warga, hamparan aspal hitam itu berkilau seperti janji yang akhirnya ditepati. Jalan hotmix Haitimuk–Kakaniuk kini rampung. Bukan sekadar selesai dikerjakan, tetapi selesai dengan makna: menghubungkan harapan, memperpendek jarak, dan melapangkan masa depan.

Dalam waktu 30 hari kalender, pekerjaan peningkatan ruas jalan sepanjang 1.600 meter ini dituntaskan 100 persen. Aspal yang dulu hanya dinanti dalam doa dan percakapan warung kopi, kini benar-benar hadir di bawah roda kendaraan warga.

Example 300x600

Ruas ini bukan jalan biasa. Ia adalah nadi yang menghubungkan Desa Haitimuk dan Desa Kakaniuk, sekaligus jalur vital bagi masyarakat Barene dan Numbei menuju jantung Kabupaten Malaka, Betun. Ketika jalan menjadi mulus, hidup pun ikut melaju.

Distribusi hasil pertanian tak lagi tertahan lumpur dan lubang. Anak-anak berangkat sekolah dengan waktu yang lebih ramah. Pedagang kecil bergerak tanpa waswas. Ekonomi desa menemukan napasnya.

Aspal, Kepemimpinan, dan Keberpihakan

Di balik jalan yang kini terbentang rapi, masyarakat membaca satu pesan penting: kehadiran negara yang bekerja dalam diam, tetapi terasa dalam dampak. Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS–HMS) kembali menegaskan komitmennya pada pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Bagi warga, jalan ini adalah bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus megah—cukup tepat sasaran.

“Terima kasih Bapak SBS dan HMS.
Ruas jalan ini sangat penting bagi masyarakat Desa Kakaniuk, juga warga Barene dan Numbei yang hendak ke Betun.
Sekarang mobilisasi masyarakat semakin lancar ,” ujar

Jefri.

Kutipan itu sederhana, tetapi kokoh. Seperti aspal yang kini mengikat desa-desa dalam satu lintasan harapan.

Jalan yang Belum Ingin Berhenti

Meski pekerjaan telah rampung, harapan warga belum selesai. Ada doa yang masih berjalan seiring langkah kaki dan putaran ban: agar hotmix ini dilanjutkan hingga masuk ke wilayah Desa Kakaniuk. Sebab bagi masyarakat desa, setiap meter jalan adalah peluang—peluang untuk tumbuh, berdagang, dan bermimpi lebih jauh.

Pembangunan ruas Haitimuk–Kakaniuk bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah ikhtiar membuka isolasi, memperkuat konektivitas, dan mendorong denyut ekonomi rakyat. Jalan ini mengajarkan bahwa pembangunan sejati bukan tentang seberapa panjang aspal terbentang, tetapi seberapa banyak kehidupan yang disentuh.

Malaka yang Terus Melangkah

Aspal telah mengeras. Debu telah reda. Namun perjalanan Malaka belum berhenti. Dari Haitimuk ke Kakaniuk, dari desa ke kota, dari hari ini ke masa depan—jalan ini akan terus dilalui oleh cerita-cerita kecil yang membentuk kemajuan besar.

Malaka terus bergerak.
Malaka terus membangun.
Dan di setiap ruas jalan yang terbuka, harapan menemukan jalannya pulang.

 

Example 300250