Polres dan BPBD Mappi Bahu Membahu Selamatkan Pemukiman Warga
MAPPI | LINTASTIMOR.ID —
Api selalu datang tanpa undangan. Ia merambat pelan, menyelinap di antara semak dan angin, lalu mengancam rumah-rumah yang dihuni harapan. Senin, 19 Januari 2026, kecemasan itu sempat menyelimuti warga Kepi, Kabupaten Mappi.
Kebakaran semak belukar terjadi di kawasan yang berdekatan langsung dengan pemukiman warga, tepatnya di Jalan Poros Agham Kilometer 11 Kepi. Kepulan asap tebal yang membumbung dari belakang salah satu rumah warga menjadi tanda awal bahaya yang tak bisa diabaikan.
Gerak Cepat di Tengah Ancaman
Begitu laporan diterima dari masyarakat, personel Polres Mappi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mappi langsung bergerak ke lokasi. Tanpa menunggu api membesar, regu penjagaan Polres diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.
Sinergi lintas instansi pun teruji. Di bawah terik dan asap pekat, petugas gabungan berupaya melokalisir titik api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga.
“Kami mengerahkan personel untuk membantu BPBD agar api tidak meluas. Prioritas utama kami adalah melokalisir titik api supaya tidak menyentuh area pemukiman,”
— Kompol Suparmin, S.IP., M.H., Kapolres Mappi
Berlawan dengan Asap dan Waktu
Menggunakan mobil pemadam kebakaran serta peralatan pemadaman manual, petugas berjibaku selama beberapa jam. Api yang semula mengancam akhirnya berhasil dijinakkan sebelum menimbulkan kerugian materil pada bangunan warga.
Tak ada sirene kemenangan, hanya napas lega—tanda bahwa bahaya berhasil dicegah sebelum berubah menjadi bencana.
Peringatan di Tengah Cuaca Tak Menentu
Dalam kesempatan itu, Kapolres Mappi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih di tengah fenomena cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah.
Curah hujan yang tidak menentu, diselingi cuaca panas dan angin kencang, dinilai meningkatkan risiko kebakaran serta ancaman keselamatan lainnya.
“Saya harap masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan berangin. Jika melihat potensi bahaya, segera informasikan kepada pihak berwenang agar penanganan darurat bisa dilakukan cepat dan tepat,” tandasnya.
Catatan Reflektif: Kebencanaan dan Kesadaran Bersama
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa bencana sering lahir dari kelengahan kecil. Namun ia juga memperlihatkan sisi lain yang menenangkan: kehadiran negara dan kekuatan gotong royong.
Di Kepi, api berhasil dipadamkan bukan hanya oleh air dan alat, tetapi oleh kesigapan, koordinasi, dan kepedulian. Sebuah pelajaran bahwa keselamatan bukan urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama—antara aparat dan warga, antara alam dan manusia yang hidup di dalamnya.
Karena di saat api mendekat ke rumah, yang paling dibutuhkan bukan kepanikan, melainkan kecepatan, kesadaran, dan kebersamaan.


















