Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkam

Apel Perdana di Bumi Khenambay Umbay, Kapolres Jayapura Tegaskan Disiplin sebagai Nafas Pelayanan

60
×

Apel Perdana di Bumi Khenambay Umbay, Kapolres Jayapura Tegaskan Disiplin sebagai Nafas Pelayanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SENTANI |LINTASTIMOR.ID— Pagi masih menyisakan embun di halaman ketika barisan itu berdiri tegap. Langit Khenambay Umbay membentang biru, seolah menjadi saksi awal sebuah komitmen baru. Di hadapan seluruh personel, , dengan langkah mantap, memimpin apel perdananya sebagai Kapolres Jayapura, Senin (23/02).

Tak ada pidato bertele-tele. Suaranya tenang, namun tegas. Ia memulai dari hal yang paling sederhana—kebersihan markas komando.

Example 300x600

“Mako adalah wajah kita. Jika kita tidak mampu merawat rumah sendiri, bagaimana kita merawat kepercayaan masyarakat?”

Kalimat itu meluncur tanpa nada tinggi, tetapi menghunjam. Bagi Helan, disiplin bukan sekadar barisan rapi atau seragam yang licin. Disiplin adalah kesadaran kolektif—bahwa tanggung jawab dimulai dari ruang kerja yang bersih, tertata, dan bermartabat.

Di barisan belakang, sejumlah personel mengangguk pelan. Mereka paham, pesan itu bukan hanya tentang sapu dan pel, melainkan tentang etos kerja.

Kapolres lalu menggeser arahannya pada inti tugas kepolisian: pelayanan. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik bukan dibangun lewat slogan, melainkan lewat sikap.

“Berikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi solusi. Masyarakat datang bukan untuk dipersulit, tetapi untuk dibantu.”

Dalam immersion pagi itu, terasa bahwa apel bukan sekadar rutinitas. Ia berubah menjadi ruang refleksi—tentang bagaimana polisi hadir bukan sebagai kekuasaan, melainkan sebagai pengayom.

Helan juga mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap setiap aduan masyarakat. Di era ketika satu keluhan bisa viral dalam hitungan menit, lambat berarti abai. Dan abai berarti kehilangan kepercayaan.

“Setiap laporan adalah harapan. Jangan biarkan harapan itu menunggu tanpa kepastian.”

Apel berlangsung tertib. Wakapolres dan para pejabat utama berdiri sejajar, menyimak setiap arahan. Tak ada riuh, tak ada sela. Hanya semangat yang terasa menguat di udara Sentani.

Pagi itu bukan sekadar apel perdana. Ia adalah penegasan arah. Bahwa di bawah komando baru, Polres Jayapura ingin menata diri dari dalam—membersihkan ruang, merapikan sikap, mempercepat langkah.

Sebab pada akhirnya, polisi bukan hanya tentang seragam dan pangkat. Ia adalah tentang kehadiran. Tentang rasa aman yang tumbuh karena negara benar-benar berdiri di sisi rakyatnya.

Example 300250