Scroll untuk baca artikel
Dirgahayu Indonesia 80
Example 728x250
Gaya HidupHiburanPeristiwa

Ada Piche Kota di Closing Semarak Kemerdekaan RI, Kapolres Belu Titip Pesan Damai

19
×

Ada Piche Kota di Closing Semarak Kemerdekaan RI, Kapolres Belu Titip Pesan Damai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID] – Lapangan Umum Simpang Lima Atambua bersiap menjadi panggung besar. Ribuan pasang mata akan tertuju pada seorang putra daerah yang kini pulang membawa cahaya: Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota, atau yang akrab disapa Piche Kota.

Finalis Top 6 Indonesian Idol Season XIII itu, untuk pertama kalinya, akan menyapa tanah kelahirannya lewat konser bertajuk “Closing Ceremony Semarak Kemerdekaan RI ke-80”, Minggu (31/8/2025) malam ini.

Example 300x600

Sebuah momen yang ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh penggemar musik, tapi juga oleh masyarakat Belu yang bangga menyambut anak daerah kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Di balik euforia itu, ada pesan yang disampaikan dengan tenang namun penuh penekanan oleh Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K. Ia mengingatkan, konser besar bukan sekadar pesta hiburan. Ia adalah ruang kebersamaan yang harus dijaga dengan sinergi dan kedewasaan bersama.

“Konser ini berpotensi menarik ribuan orang, mengingat saudara Piche Kota adalah putra asli Atambua yang kini sudah menjadi artis ibu kota. Karena itu, pengamanan optimal harus menjadi prioritas, agar konser berlangsung aman dan nyaman,” ungkap Kapolres Belu saat rapat penutupan Semarak Kemerdekaan di ruang kerja Bupati Belu, Jumat (29/8/2025).

Kapolres juga memberi penekanan pada detail teknis yang sering terabaikan namun penting: pengaturan lahan parkir agar tidak menimbulkan kemacetan, ketersediaan ambulans dan mobil damkar, hingga jalur evakuasi bagi pejabat maupun artis jika terjadi keadaan darurat.

“Rapat ini adalah komitmen kita semua dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota, terutama untuk acara-acara besar yang diharapkan mendukung pariwisata dan ekonomi lokal tanpa mengabaikan aspek keamanan. Dari Polres Belu sendiri, kami menyiapkan 151 personel demi menjamin konser berjalan aman dan tertib,” lanjutnya.

Kapolres I Gede Eka Putra Astawa menutup pesannya dengan nada penuh harapan:

“Dengan sinergi yang kuat antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, panitia, dan seluruh stakeholder, konser penutupan Semarak Kemerdekaan ini diharapkan berlangsung aman, tertib, dan sukses.”

Rapat koordinasi itu sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., dan dihadiri jajaran TNI, Polri, akademisi, hingga instansi strategis lain yang berkomitmen menjaga marwah Kabupaten Belu.

Dan ketika tirai malam 31 Agustus itu dibuka, Lapangan Umum Simpang Lima bukan sekadar ruang hiburan.

Ia menjelma altar kebanggaan, tempat seorang anak Atambua—yang dulu hanya bernyanyi di kafe kecil—kini pulang sebagai bintang tanah air.

Piche Kota akan melantunkan nada lagu ” Pada Satu Cinta” dan Hau Terus Ba’o” sementara aparat keamanan menyiapkan langkah.

Di sela-sela sorak ribuan penonton, akan berdiri komitmen bersama: menjaga Belu tetap teduh, tetap damai, dan tetap indah dalam kenangan.

Karena musik bukan hanya gema suara. Ia adalah doa yang dilantunkan dalam nada. Dan doa itu, malam ini, bernama keamanan untuk tanah kelahiran.


 

Example 300250