TIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Sore itu, halaman Gedung Eme Neme Yauware tidak sekadar menjadi ruang berkumpul. Ratusan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Mimika berdiri dalam satu barisan, membawa langkah pertama menuju sebuah proses panjang yang kelak menentukan siapa di antara mereka yang akan dipercaya mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka 2027.
Sebanyak 357 pelajar mulai digembleng dalam latihan gabungan perdana yang digelar Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Mimika, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WIT.
Di bawah suasana sore Timika, para pelajar itu mulai mengenal kembali arti sebuah barisan: berdiri tegak, bergerak dalam irama yang sama, mendengar aba-aba, dan belajar bahwa satu langkah yang tidak seragam dapat mengganggu keseluruhan barisan.
Dari 357 peserta, sebanyak 227 merupakan pelajar putri dan 130 pelajar putra. Mereka datang dari sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Mimika.
Jumlah itu bukan sekadar angka.
Di balik setiap peserta terdapat harapan, keberanian untuk mencoba, serta perjalanan panjang yang belum tentu berakhir di garis akhir seleksi.
Langkah Pertama Menuju Seleksi
Latihan gabungan tersebut dipimpin Ketua PPI Kabupaten Mimika, Brigpol Nixon Mehue, S.H.
Bagi PPI Mimika, kegiatan perdana ini merupakan langkah awal untuk membangun kesiapan dasar para peserta sebelum mereka memasuki tahapan seleksi Paskibraka 2027.
Karena itu, yang ditempa bukan hanya kemampuan baris-berbaris.
Para pelajar mulai diarahkan untuk mempersiapkan fisik, mental, kedisiplinan, koordinasi, dan tanggung jawab.
Di dalam barisan, mereka belajar bahwa Paskibraka bukan sekadar tentang siapa yang mampu berdiri paling tegap atau bergerak paling cepat.
Ada ketahanan.
Ada kepatuhan terhadap aturan.
Ada kemampuan bekerja dalam satu irama.
Dan ada tanggung jawab yang kelak melekat pada setiap langkah ketika seorang pelajar dipercaya membawa nama daerah dalam tugas kenegaraan.
Latihan perdana menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai tersebut sejak awal.
Dari Barisan, Karakter Mulai Dibentuk
PPI Kabupaten Mimika menargetkan para peserta yang nantinya mengikuti proses seleksi melalui Kesbangpol Kabupaten Mimika telah memiliki kesiapan dasar.
Seleksi tersebut dilaksanakan dengan mekanisme yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Karena itu, proses pembinaan tidak berhenti pada kemampuan teknis.
PPI memandang pembentukan calon Paskibraka sebagai bagian dari proses membangun karakter generasi muda.
Barisan menjadi tempat mereka belajar disiplin.
Aba-aba menjadi latihan untuk mendengar dan merespons dengan tepat.
Gerakan yang dilakukan bersama mengajarkan koordinasi.
Sementara tugas yang kelak dipercayakan kepada Paskibraka menuntut rasa tanggung jawab.
Di situlah nilai Paskibraka menjadi lebih luas daripada sekadar tugas pengibaran bendera.
Ada nasionalisme yang hendak ditanamkan.
Ada patriotisme yang hendak dipupuk.
Ada karakter generasi muda yang sedang dibentuk melalui proses yang tidak selalu mudah.
357 Nama, Ratusan Harapan
Bagi para pelajar yang hadir, latihan perdana itu adalah permulaan.
Belum ada kepastian siapa yang akan lolos.
Belum ada nama yang berdiri sebagai pemenang.
Semua masih berada di titik awal.
Dari 357 peserta tersebut, nantinya akan dipilih mereka yang memenuhi persyaratan serta standar seleksi yang berlaku.
Karena itu, setiap latihan menjadi bagian dari perjalanan menuju seleksi.
Setiap gerakan diperhitungkan.
Setiap kedisiplinan diuji.
Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kesiapan dirinya dalam proses yang telah ditentukan.
Di balik barisan panjang itu, terdapat wajah-wajah muda Mimika yang sedang belajar memahami bahwa kesempatan besar selalu datang bersama tanggung jawab yang tidak kecil.
Ketika Merah Putih Menjadi Tujuan
Paskibraka pada akhirnya bukan hanya tentang mengibarkan bendera.
Ia adalah tentang proses menuju kepercayaan.
Seorang pelajar yang berdiri dalam barisan harus belajar mengendalikan diri sebelum dipercaya menjalankan tugas yang menyangkut simbol negara.
Karena itu, latihan perdana di halaman Gedung Eme Neme Yauware menjadi lebih dari sekadar agenda pembinaan.
Ia adalah titik awal.
Dari sinilah ratusan pelajar Mimika mulai menapaki perjalanan menuju seleksi Paskibraka 2027—sebuah perjalanan yang akan menyaring kemampuan, menguji kedisiplinan, menempa mental, dan memilih mereka yang dinilai memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Sore itu, 357 pelajar berdiri bersama.
Kelak, hanya sebagian dari mereka yang akan melanjutkan perjalanan.
Namun bagi semuanya, satu pelajaran telah dimulai: sebelum seseorang dipercaya mengibarkan Merah Putih, ia terlebih dahulu harus belajar berdiri tegak untuk negeri.


















