TIMIKA | LINTASTIMOR.ID — Rabu siang itu, perjalanan terakhir Wes Murib berlangsung dalam suasana duka.
Dari ruang jenazah RSUD Timika, tubuh almarhum diantar menuju rumah keluarga di Kampung Utikini 2, Blok 1, RT 002, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Di sepanjang perjalanan, iring-iringan kepolisian mengawal jenazah hingga tiba di tengah keluarga.
Polres Mimika mengawal proses tersebut sebagai bagian dari penanganan dan pendampingan terhadap keluarga almarhum.
Jenazah Wes Murib diberangkatkan dari RSUD Timika sekitar pukul 10.50 WIT dan tiba di rumah duka pada 11.32 WIT, Rabu (23/9/2026).
Pengawalan dipimpin Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong, S.H.
Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir dalam proses tersebut, di antaranya Kasat Intelkam Polres Mimika AKP Safri Patrengrengi, Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard, Kapolsek Tembagapura IPTU Firman, serta personel Polres Mimika dan Unit Intelmob Satbrimob Polda Papua Tengah.
Duka yang Tiba Bersama Rombongan
Ketika jenazah tiba di rumah duka, suasana berubah menjadi ruang perjumpaan antara aparat kepolisian dan keluarga yang tengah kehilangan.
IPTU Firman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Wes Murib. Ia mengatakan kepolisian ikut memberikan perhatian terhadap proses pengurusan jenazah sekaligus mendampingi keluarga.
Dalam keterangannya kepada keluarga, Firman juga menyampaikan bahwa, menurut informasi kepolisian, Wes Murib tidak terlibat dalam kegiatan di lokasi peresmian gereja.
Firman mengatakan almarhum berada di lokasi dan terkena dampak tembakan dalam peristiwa tersebut.
“Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Saudara Wes Murib,” kata Firman dalam penyampaiannya kepada keluarga, sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian.
Pernyataan itu disampaikan di tengah keluarga yang masih berada dalam suasana kehilangan.
Firman juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas peristiwa yang terjadi. Kepolisian, kata dia, turut memberikan perhatian terhadap proses penanganan jenazah.
Sembako dan Tangan yang Terulur
Belasungkawa kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan.
Sekitar pukul 12.10 WIT, Polres Mimika menyerahkan bantuan bahan makanan kepada keluarga Wes Murib.
Bantuan sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong.
Bantuan itu mungkin tidak menghapus duka yang sedang dipikul keluarga. Namun, kehadiran aparat di rumah duka menjadi bagian dari upaya menunjukkan perhatian sekaligus menjaga komunikasi dengan keluarga setelah peristiwa yang menewaskan Wes Murib.
Keluarga kemudian menyampaikan terima kasih atas kedatangan jajaran kepolisian dan proses penyerahan jenazah.
Namun, di balik ucapan terima kasih tersebut, keluarga juga menyampaikan keberatan.
Mereka mempersoalkan proses pengurusan jenazah sejak sehari sebelumnya yang dinilai belum tertib dan berurutan.
Keberatan tersebut disampaikan kepada kepolisian dan diminta menjadi perhatian dalam penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, keluarga tetap mengapresiasi kehadiran sejumlah pejabat kepolisian di tengah suasana duka.
Komunikasi Belum Berakhir
Sekitar pukul 12.15 WIT, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel kepolisian meninggalkan rumah duka untuk kembali ke kesatuan masing-masing.
Laporan kepolisian menyebut seluruh proses pengawalan dan penyerahan jenazah berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sementara itu, rencana pemakaman Wes Murib masih dibicarakan secara internal oleh pihak keluarga.
Peristiwa tersebut belum berhenti pada prosesi pengantaran jenazah.
Kepolisian menyatakan akan melanjutkan komunikasi dengan keluarga korban, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta situasi tetap kondusif di wilayah tersebut.
Di rumah duka, sebuah kehilangan kini menjadi bagian dari percakapan yang lebih panjang—tentang duka keluarga, proses penanganan jenazah, dan kebutuhan menjaga ketenangan di tengah masyarakat.
Sebab, setelah iring-iringan polisi meninggalkan rumah duka, yang tersisa bukan hanya kesunyian.
Ada keluarga yang sedang berduka, ada pertanyaan yang menunggu penjelasan, dan ada tanggung jawab untuk memastikan komunikasi tetap berjalan dengan kepala dingin.


















