TIMIKA |LINTASTIMOR.ID— Udara dingin Pegunungan Tembagapura menyambut langkah para Polisi Wanita (Polwan) dan Bhayangkari ketika mereka tiba di tempat anak-anak Kampung Banti belajar. Tetapi dingin itu seperti luruh seketika, ketika gelak tawa puluhan anak binaan Honai Belajar Polsek Tembagapura memenuhi ruangan, Selasa (1/9/2026).
Hari itu, yang datang bukan sekadar bantuan.
Para Polwan dan Bhayangkari membawa sesuatu yang lebih sederhana sekaligus lebih berarti: perhatian, kehangatan, dan keyakinan bahwa pendidikan tetap harus menemukan jalannya, bahkan dari sebuah honai di tengah pegunungan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, bersama Ketua Bhayangkari Pengurus Daerah Papua Tengah Ny. Yanti Rontini, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Yohana Gustav, Ketua Bhayangkari Cabang Mimika Ny. Asih Alredo Rumbiak beserta jajaran pengurus, 18 personel Polwan Polres Mimika, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Kunjungan kasih dan bakti sosial itu digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 dan Hari Jadi Polwan ke-78 tahun 2026.
Seragam Baru, Senyum yang Tak Terlupakan
Suasana haru bercampur keceriaan ketika Ny. Yanti Rontini bersama Ny. Asih Alredo membagikan bantuan kepada anak-anak.
Seragam sekolah, alat tulis, buku cerita, kotak bekal makanan hingga perlengkapan kebersihan diserahkan untuk mendukung aktivitas belajar mereka.
Namun, sebuah adegan sederhana kemudian menjadi salah satu momen yang paling membekas.
Ny. Yanti Rontini secara langsung membantu mengenakan seragam baru kepada dua anak binaan Honai Belajar.
Seragam itu mungkin hanya sepotong pakaian.
Tetapi bagi kedua anak tersebut, ia datang bersama sebuah perasaan baru: diperhatikan.
Senyum pun merekah. Sorak gembira dan tepuk tangan teman-teman mereka pecah memenuhi ruangan.
Keceriaan semakin mengembang ketika Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini ikut duduk dan membaur bersama anak-anak.
Ia mengajak mereka bernyanyi, bercengkerama, dan berbincang santai. Bahkan, percakapan sederhana tentang klub sepak bola favorit mereka ikut mencairkan suasana.
Anak-anak yang semula malu-malu perlahan membuka diri. Tawa mereka mengalir tanpa jarak bersama orang nomor satu di jajaran Polda Papua Tengah itu.
Di ruang belajar sederhana tersebut, sekat antara seragam kepolisian dan anak-anak pegunungan seolah menghilang. Yang tersisa hanyalah perjumpaan manusia dengan manusia—orang dewasa yang datang membawa perhatian dan anak-anak yang menerima harapan.
Ketua Bhayangkari Pengurus Daerah Papua Tengah Ny. Yanti Rontini mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari bersama Polwan terhadap anak-anak di Kampung Banti.
“Kami berharap kehadiran kami bisa membawa manfaat dan sukacita bagi mereka. Untuk anak-anak sendiri, kami memberikan paket alat sikat gigi serta beberapa buku cerita agar mereka semakin semangat belajar membaca dan mengenal banyak pengetahuan di luar sana.”
Pesan itu sederhana, tetapi arahnya jauh: membuka jendela pengetahuan bagi anak-anak melalui buku, kebiasaan membaca, dan dukungan kecil yang mungkin kelak menjadi bagian dari perjalanan besar mereka.
Yanti berharap anak-anak binaan Honai Belajar terus memiliki semangat menuntut ilmu dan tidak berhenti belajar.
“Kami berharap anak-anak bisa bertahan dan terus belajar sampai mereka benar-benar pintar.”
Ketika Pendidikan Bertemu Kepedulian Kesehatan
Perhatian kepada anak-anak tidak berhenti pada pendidikan.
Kesehatan juga menjadi bagian dari kunjungan tersebut.
Seorang dokter dari RS Dhira Bhayangkara Timika memberikan edukasi kesehatan secara interaktif, terutama mengenai cara menyikat gigi yang benar.
Anak-anak mengikuti setiap arahan dengan antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi langsung mempraktikkannya menggunakan paket sikat dan pasta gigi yang telah dibagikan.
Sementara itu, warga dewasa dan tokoh masyarakat Kampung Banti juga mendapat perhatian. Bhayangkari menyerahkan bantuan sembako serta pakaian layak pakai untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tempat seperti Banti, bantuan mungkin tidak selalu diukur dari besar kecilnya barang yang dibawa. Terkadang, nilai terbesarnya justru terletak pada pesan yang menyertainya: bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Dua Pekan Menyemai Semangat Polwan
Kunjungan ke Honai Belajar Polsek Tembagapura merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Polwan ke-78 yang telah berlangsung selama dua pekan.
Ketua Panitia HUT Polwan ke-78, Ipda Camelia Husein, mengatakan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari pembersihan Mako, program Polwan Goes to School di SMK Kuala Kencana, hingga bakti kesehatan yang dilaksanakan di Polair.
“Hari ini kita menggelar bakti sosial dan mengajar di Polsek Tembagapura, dan nantinya untuk puncak acara akan kita laksanakan pada tanggal 8 September 2026.”
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan HUT Polwan tidak semata-mata ditempatkan sebagai agenda seremonial. Ia dibawa lebih dekat ke ruang kehidupan masyarakat—ke sekolah, layanan kesehatan, hingga tempat anak-anak belajar di kawasan pegunungan.
Dalam konteks itu, Honai Belajar menjadi lebih dari sekadar ruang pendidikan. Ia menjadi titik temu antara kepolisian, keluarga, masyarakat, dan anak-anak dalam membangun keyakinan bahwa masa depan tidak boleh ditentukan oleh keterbatasan tempat, fasilitas, atau jarak. Ketika sebuah seragam baru dikenakan, sebuah buku dibuka, atau seorang anak diajari menyikat gigi dengan benar, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya kebiasaan hari ini, tetapi fondasi kehidupan mereka pada masa depan.
Kunjungan itu akhirnya meninggalkan sesuatu yang mungkin tidak tercatat dalam daftar bantuan.
Sebuah senyum.
Sebuah keberanian untuk belajar.
Dan mungkin, sebuah keyakinan kecil dalam diri seorang anak bahwa ada orang-orang di luar sana yang percaya pada masa depannya.
Di tengah dinginnya Pegunungan Tembagapura, para Polwan dan Bhayangkari datang membawa bantuan, tetapi pulang meninggalkan sesuatu yang lebih hangat: harapan bahwa setiap anak, dari mana pun ia berasal, berhak menatap masa depan dengan mata yang menyala.


















