Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & KriminalNasionalPeristiwa

Empat Tewas, Dekai Kembali Dibekap Rentetan Tembakan

42
×

Empat Tewas, Dekai Kembali Dibekap Rentetan Tembakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YAHUKIMO |LINTASTIMOR.ID— Senja di kawasan Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (1/9/2026), pecah oleh rentetan tembakan.

Sekitar pukul 16.35 WIT, personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo tiba di lokasi setelah memperoleh informasi dari hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya pasukan Batalyon Eden Sawi di sebuah rumah persinggahan di kawasan tersebut.

Example 300x600

Kelompok yang diduga merupakan pasukan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi pimpinan Wadanyon Habis Nare disebut hendak melakukan konsolidasi.

Namun, suasana berubah ketika kedatangan personel direspons dengan gangguan tembakan.

Personel kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara. Peringatan itu tidak diindahkan.

Sejumlah orang terlihat melarikan diri menuju belakang hutan sambil membawa senjata api. Dari arah tersebut, tembakan masih diarahkan kepada personel.

Dalam situasi itu, aparat melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.

“Pada saat personel tiba di lokasi, terjadi gangguan tembakan dari kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi. Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan masih berlangsung. Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur.”

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan, Rabu (2/9/2026), tindakan tersebut dilakukan setelah peringatan aparat tidak diindahkan dan gangguan tembakan masih berlangsung.

Empat Orang Meninggal Dunia

Penindakan itu kemudian berakhir dengan empat orang yang diduga merupakan bagian dari pasukan Batalyon Eden Sawi meninggal dunia.

Keempat jenazah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi lebih lanjut.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, tiga jenazah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.

Tim investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 juga melakukan face registration atau pencocokan data wajah untuk memastikan identitas secara lebih akurat.

“Berdasarkan hasil identifikasi awal, tiga dari empat jenazah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sementara identitas satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Tim juga melakukan face registration untuk memastikan identitas secara lebih akurat.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses identifikasi terhadap seluruh jenazah masih berlangsung dan belum seluruh identitas dapat dipastikan.

Senjata Api hingga 11 Butir Amunisi

Penyisiran di sekitar lokasi juga menghasilkan sejumlah barang bukti.

Petugas mengamankan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.

Enam orang dari sekitar lokasi turut diamankan karena diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok Batalyon Eden Sawi.

Mereka masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.

Keenamnya bersama barang bukti kemudian dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompok bersenjata.

“Enam orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Kami masih mendalami identitas, aktivitas, peran, dan keterkaitan masing-masing. Jadi, prosesnya masih berjalan dan kami tidak akan terburu-buru menyimpulkan status mereka sebelum pemeriksaan selesai.”

Kalimat tersebut sekaligus menegaskan bahwa status hukum keenam orang yang diamankan belum disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik.

Penindakan Berkelindan dengan Kasus Lama

Penindakan di kawasan Kantor KPU Lama tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo.

Salah satunya berkaitan dengan DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim, terkait dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap almarhum Yonathan Arruan dan almarhum Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Selain itu, penindakan juga berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada 21 hingga 22 Maret 2025 sebagaimana tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim.

Dalam konteks yang lebih luas, penindakan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keamanan di Yahukimo tidak berdiri sebagai satu peristiwa yang terpisah. Ada rangkaian dugaan tindak pidana yang menjadi bagian dari proses penegakan hukum. Karena itu, identifikasi jenazah, pemeriksaan enam orang yang diamankan, serta pendalaman barang bukti menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap dugaan keterlibatan dibuktikan melalui proses hukum.

Ketika Suara Senjata Bertemu Kecemasan Warga

Pasca penindakan, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap hasil operasi.

Perkembangan kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo terus dipantau. Pengamanan juga diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.

Namun, di balik operasi dan pengamanan itu, ada satu kepentingan yang jauh lebih sederhana: masyarakat ingin menjalani kehidupan tanpa dibayangi ketakutan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan masyarakat di Kabupaten Yahukimo.

“Penindakan ini merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana dan mengancam keamanan masyarakat. Kami tetap mengedepankan tindakan yang terukur serta sesuai dengan ketentuan hukum.”

Pesan itu menjadi garis penting dari operasi: penegakan hukum tetap harus berjalan dalam koridor hukum, sementara keselamatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan pengamanan.

Faizal mengimbau masyarakat Yahukimo tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Prioritas kami adalah memastikan situasi tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.”

Malam akhirnya turun di Dekai. Rentetan tembakan telah berhenti, tetapi pekerjaan hukum masih panjang: identitas harus dipastikan, barang bukti harus diperiksa, peran harus dibuktikan, dan setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan.

Sebab di tanah yang terlalu lama mengenal suara senjata, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan seberapa keras tembakan terdengar, melainkan seberapa lama masyarakat akhirnya dapat mendengar suara kehidupan tanpa rasa takut.

Example 300250