MAUMERE |LINTASTIMOR.ID— Di tengah sisa-sisa duka yang belum sepenuhnya reda, sebuah pesan persaudaraan datang dari arah timur. Bukan sekadar angka yang dibawa ke Maumere, melainkan kepedulian: Rp200 juta dan 500 paket sembako untuk warga Kabupaten Sikka yang masih berjuang melewati hari-hari setelah gempa bumi tektonik.
Jumat, 28 Agustus 2026, Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka di Jalan Mawar, Perumnas Maumere, menjadi tempat bertemunya dua daerah dalam satu suasana batin. Wali Kota Kupang Christian Widodo datang membawa bantuan Pemerintah Kota Kupang dan menyerahkannya langsung kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
Di tengah kesibukan posko tanggap darurat, bantuan itu diterima sebagai lebih dari sekadar dukungan material. Ada rasa sepenanggungan yang ikut tiba bersama rombongan dari ibu kota provinsi.
Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, serta jajaran terkait di Posko Tanggap Darurat.
Pemerintah Kota Kupang menyalurkan dana kemanusiaan sebesar Rp200.000.000 dan 500 paket sembako. Bantuan itu diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa bumi tektonik selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Namun, kedatangan Christian Widodo ke Maumere membawa pesan yang melampaui nilai rupiah dan jumlah paket bantuan. Ia datang sebagai representasi masyarakat Kota Kupang untuk menyampaikan bahwa penderitaan akibat bencana di Flores tidak berdiri sendiri.
“Duka Flores adalah duka warga Kota Kupang,” tegas Christian Widodo.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang panjang. Di hadapan masyarakat yang sedang berhadapan dengan kehilangan dan ketidakpastian, solidaritas tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kadang ia datang melalui tangan yang mengulurkan bantuan, langkah yang menempuh perjalanan, dan keberanian untuk mengatakan bahwa mereka yang sedang berduka tidak sendirian.
Christian mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus rasa persaudaraan masyarakat Kota Kupang kepada masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Sikka.
Menurut dia, kehadiran Pemerintah Kota Kupang di Maumere tidak semata-mata untuk menyerahkan bantuan materi. Lebih dari itu, kehadiran tersebut membawa dukungan moril bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Dana kemanusiaan dan paket sembako diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama proses penanganan serta pemulihan pascagempa berlangsung.
Bagi Kabupaten Sikka, dukungan seperti itu menjadi bagian penting dari perjalanan panjang menuju pemulihan. Setelah gempa mengguncang kehidupan masyarakat, kebutuhan tidak berhenti ketika getaran tanah mereda. Warga masih membutuhkan pangan, tempat yang aman, dukungan psikologis, serta kepastian bahwa proses pemulihan terus berjalan.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan moril maupun materil dari Pemerintah Kota Kupang.
Menurut Juventus, kedatangan langsung Wali Kota Kupang ke Maumere memiliki arti yang jauh lebih dalam bagi pemerintah daerah maupun masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan moril maupun materil yang telah diberikan kepada kami di Kabupaten Sikka. Kami menyampaikan terima kasih karena Pak Wali Kota Kupang langsung datang ke Maumere, Kabupaten Sikka, untuk berbagi kasih,” ujar Juventus.
Ia menilai kehadiran tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus penghormatan kepada masyarakat Kabupaten Sikka yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Penghormatan yang besar untuk kami yang terdampak,” lanjutnya.
Dukungan dari berbagai pihak, kata Juventus, baik pemerintah, lembaga, dunia usaha maupun masyarakat, menjadi kekuatan penting bagi Kabupaten Sikka dalam menghadapi situasi pascagempa.
Ia memastikan bantuan yang diterima akan diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak sesuai kebutuhan dan mekanisme penanganan bencana yang telah ditetapkan.
Secara kontekstual, arus solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam fase pemulihan bencana. Pemerintah daerah yang terdampak tidak hanya membutuhkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga membutuhkan jejaring dukungan sosial yang dapat memperkuat daya tahan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, bantuan dari Kota Kupang menjadi simbol bahwa penanganan bencana bukan semata urusan satu kabupaten, melainkan tanggung jawab kemanusiaan yang dipikul bersama.
Di Maumere, bantuan itu akhirnya bukan hanya tentang Rp200 juta dan 500 paket sembako. Ia adalah tentang persaudaraan yang memilih untuk hadir ketika sebuah daerah sedang terluka.
Sebab ketika bumi pernah mengguncang Flores, yang tersisa bukan hanya puing dan kehilangan. Ada tangan-tangan yang datang untuk menguatkan, ada hati yang memilih berbagi, dan ada satu pesan yang tak perlu diteriakkan: dalam duka, Nusa Tenggara Timur tetap satu keluarga.


















