Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupNasionalPeristiwaPolkam

SMK Go Global Resmi Digulirkan, Pemerintah Siapkan 40.000 Talenta Indonesia Menembus Pasar Kerja Dunia

73
×

SMK Go Global Resmi Digulirkan, Pemerintah Siapkan 40.000 Talenta Indonesia Menembus Pasar Kerja Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID – Di tengah derasnya persaingan tenaga kerja global, pemerintah memilih tidak sekadar menyiapkan pencari kerja, tetapi membangun generasi yang mampu berdiri sejajar di panggung internasional. Langkah itu mulai ditandai melalui rapat internal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bersama seluruh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), yang menjadi penanda dimulainya Program SMK Go Global.

Rapat tersebut membuka babak baru strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia melalui pendekatan yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja internasional.

Example 300x600

Dalam waktu dekat, Kementerian P2MI akan menggelar Rapat Koordinasi Teknis di Jakarta dengan menghadirkan seluruh Kepala Balai dan Pejabat Penempatan dan Pelindungan (PPK) dari masing-masing BP3MI di seluruh Indonesia. Forum ini disiapkan sebagai ruang penyelarasan langkah agar implementasi program berjalan seragam dan efektif hingga ke daerah.

Tahun ini, pemerintah menetapkan target pelatihan sekaligus penempatan 40.000 calon pekerja migran Indonesia (PMI) ke berbagai negara tujuan. Dengan waktu pelaksanaan yang relatif singkat hingga akhir tahun, pelatihan tidak dimulai dari tahap dasar. Program difokuskan bagi calon PMI yang telah memiliki keterampilan teknis maupun kemampuan bahasa, sehingga pembinaan diarahkan pada upskilling, peningkatan kompetensi, dan sertifikasi sesuai standar kebutuhan industri global.

“Program SMK Go Global merupakan program direktif Presiden Prabowo Subianto dengan keluaran yang terukur, yakni penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri,” demikian disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, yang menjadi sumber informasi program tersebut.

Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan strategi pemerintah dalam membangun ekosistem pekerja migran yang lebih kompetitif. Fokus tidak lagi hanya pada jumlah penempatan, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang telah memiliki bekal kompetensi sehingga mampu memenuhi standar negara tujuan kerja.

Secara kontekstual, Program SMK Go Global mencerminkan upaya pemerintah menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil pasar tenaga kerja internasional. Di tengah meningkatnya permintaan tenaga kerja terampil di berbagai sektor global, kebijakan ini diharapkan mampu memperluas peluang kerja bagi lulusan pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan daya saing pekerja migran Indonesia melalui sertifikasi dan peningkatan kompetensi yang lebih terstruktur.

Masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut diminta menunggu pengumuman resmi mengenai penjaringan peserta yang akan segera disampaikan melalui kanal-kanal resmi Kementerian P2MI dan BP3MI di seluruh Indonesia.

Pada akhirnya, keberhasilan Program SMK Go Global tidak semata diukur dari berapa banyak tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri, melainkan dari seberapa besar Indonesia mampu mengirimkan putra-putri terbaiknya sebagai tenaga profesional yang membawa nama bangsa dengan kompetensi, integritas, dan kehormatan.

Sumber: Christina Aryani (Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Waka BP2MI).

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.id Editor: Agustinus Bobe