Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MappiKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Untuk Pertama Kali, Mimika Membuka Data: Rettob Paparkan Wajah Pembangunan dengan Angka dan Harapan

17
×

Untuk Pertama Kali, Mimika Membuka Data: Rettob Paparkan Wajah Pembangunan dengan Angka dan Harapan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA| LINTASTIMOR.ID — Di dalam ruang megah Graha Eme Neme Yauware, angka-angka tak lagi sekadar statistik. Ia menjelma cerita—tentang kerja, tentang capaian, dan tentang harapan yang perlahan dibangun dalam satu tahun kepemimpinan.

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Mimika secara terbuka memaparkan capaian pembangunan kepada publik. Bupati Mimika, Johannes Rettob, berdiri di hadapan masyarakat, menyampaikan laporan satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, Rabu (25/3), dengan nada yang tegas namun penuh keyakinan.

Example 300x600

Bagi Rettob, pembangunan bukan sekadar proyek fisik, melainkan perjalanan menuju kesejahteraan yang terukur.

“Tujuan pembangunan adalah masyarakat sejahtera dengan indikator diantaranya indeks pembangunan manusia naik, pertumbuhan ekonomi tumbuh, PDRB meningkat, angka pengangguran turun, angka kemiskinan menurun, inflasi stabil, gini ratio meningkat, angka harapan hidup naik serta stunting menurun.”

Dari paparan itu, wajah Mimika perlahan tergambar. Wilayah seluas 21.693,51 Km² dengan 318.679 jiwa penduduk, terbentang dari pesisir Laut Arafura hingga pegunungan, dari 18 distrik, 19 kelurahan, hingga 133 kampung. Sebuah lanskap luas yang kini sedang ditata menuju keseimbangan antara potensi dan pemerataan.

Di sektor pendidikan, denyut perubahan terasa melalui ribuan siswa dari PAUD hingga SMK, pembangunan sekolah rakyat dan unggulan, hingga program asrama bagi 1.006 siswa Orang Asli Papua. Namun di balik capaian itu, masih ada tantangan distribusi guru yang belum merata, terutama di jenjang PAUD.

Program makan bergizi menyentuh ribuan siswa—4.817 anak di wilayah pesisir dan pegunungan, serta sekitar 5.000 siswa di 43 sekolah. Pendidikan gratis dari TK hingga SMA/SMK negeri menjadi fondasi yang terus diperkuat.

Di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) melampaui 100 persen. RSUD Mimika terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan wilayah Mee Pago dengan 17 layanan spesialis, bahkan pendapatannya melonjak dari Rp27,54 miliar pada 2019 menjadi Rp77,02 miliar pada 2024. Di saat yang sama, angka stunting berhasil ditekan hingga turun 5 persen melalui intervensi lintas sektor.

Sementara di sektor ekonomi dan sosial, pembangunan rumah layak huni terus berjalan—1.005 unit pada 2020–2024, 207 unit pada 2025, dan direncanakan 460 unit pada 2026. Angka pengangguran pun turun signifikan, dari 9.638 orang pada 2023 menjadi 8.066 orang pada 2024, lalu kembali berkurang 1.766 orang pada 2025.

Produksi telur yang mencapai 14–15 ton per hari bahkan mencatat surplus, sementara sektor perikanan menembus pasar internasional hingga Singapura, Jepang, China, dan Eropa. UMKM dan koperasi tumbuh sebagai denyut ekonomi lokal dengan produk khas seperti kopi Amuro, Amungme Gold, minyak buah merah, hingga teh mangrove.

Di bidang infrastruktur, konektivitas terus dibuka—dari jalan, jembatan, hingga subsidi penerbangan perintis. Bandara Mozes Kilangin mencatat 27.643 penerbangan sepanjang 2024 dengan lonjakan penumpang hingga 734.179 orang. Pelabuhan Pomako pun menjadi simpul pergerakan manusia dan barang.

Pelayanan publik juga menunjukkan capaian positif, dengan Standar Pelayanan Minimal yang tinggi di berbagai sektor serta diraihnya SPM Award 2025. Reformasi birokrasi dijalankan melalui manajemen talenta, digitalisasi layanan, hingga pengembangan Mimika Smart City dan Mimika Center sebagai pusat data.

Di tengah semua itu, satu hal terus dijaga—harmoni sosial. Mimika bahkan ditetapkan sebagai kabupaten harmonis berkat penguatan toleransi antarumat beragama.

Berbagai penghargaan pun diraih: Innovative Government Award, UHC Award selama enam tahun berturut-turut, hingga Paritrana Award dan pengakuan sebagai daerah terinovatif di Papua.

Namun perjalanan belum selesai. Untuk 2026, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan infrastruktur, serta pengembangan pusat ekonomi baru berbasis potensi daerah.

“Kami akan terus bekerja membangun Mimika dari kampung ke kota demi kesejahteraan masyarakat.”

Secara kontekstual, keterbukaan pemerintah dalam memaparkan capaian pembangunan ini menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan publik. Transparansi bukan hanya soal angka, tetapi tentang keberanian membuka proses—mengakui capaian sekaligus tantangan. Di tengah dinamika daerah dengan potensi besar seperti Mimika, pendekatan ini dapat menjadi fondasi bagi tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan partisipatif.

Di ujung pemaparan, angka-angka itu kembali menjadi sunyi. Namun di baliknya, ada denyut yang terus bergerak—tentang Mimika yang sedang berusaha tumbuh, tidak hanya lebih maju, tetapi juga lebih adil bagi setiap warganya.

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe