Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaPeristiwaPolkamTeknologi

Di Antara Senja Ramadan dan Arus Energi: Pertamina Merajut Kepercayaan Bersama Jurnalis Mimika

12
×

Di Antara Senja Ramadan dan Arus Energi: Pertamina Merajut Kepercayaan Bersama Jurnalis Mimika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID- — Senja turun perlahan di ufuk Papua Tengah, membawa cahaya keemasan yang meredup di antara hiruk distribusi energi yang tak pernah berhenti. Di tengah denyut itu, Regional Papua Maluku memilih berhenti sejenak—bukan untuk jeda, melainkan untuk merajut makna, Rabu (18/3/2026).

Example 300x600

Melalui Sales Area (SA) Retail Papua Tengah, sebuah ruang hangat dibuka: buka puasa bersama para jurnalis di Kabupaten Mimika. Bukan sekadar perjamuan, melainkan pertemuan dua arus penting—energi dan informasi—yang sama-sama mengalir untuk publik.

Dalam suasana khidmat yang mengendap perlahan menjadi akrab, Sales Area Manager (SAM) Retail Papua Tengah, Warih Wibowo, menyampaikan apresiasi yang terasa tulus, seolah memahami bahwa kerja jurnalistik di lapangan tak pernah mengenal waktu.

╔════════════════════════════════╗
║ “Kami menyadari, peran rekan-rekan jurnalis ║
║ sangat krusial dalam memberikan edukasi ║
║ dan informasi yang benar kepada masyarakat. ║
║ Melalui momen ini, kami ingin mempererat ║
║ hubungan kerja sama yang telah terjalin.” ║
╚════════════════════════════════╝

Ucapan itu tidak berdiri sendiri. Ia diperkuat oleh realitas di lapangan—bahwa di bulan Ramadan, ketika kebutuhan meningkat dan kekhawatiran mudah menyebar, kehadiran informasi yang akurat menjadi penyejuk yang tak terlihat namun terasa.

Warih menegaskan, pemberitaan yang tepat tentang stok BBM dan LPG bukan sekadar kabar, melainkan penenang—menjaga masyarakat tetap tenang menjalankan ibadah tanpa bayang-bayang krisis energi.

Dari sisi jurnalis, suara yang muncul pun senada. Perwakilan jurnalis Mimika, Nya Fatma, melihat keterbukaan sebagai jembatan yang memudahkan kerja mereka di lapangan.

╔════════════════════════════════╗
║ “Sinergi ini penting agar tidak terjadi ║
║ disinformasi di masyarakat. Kami mengapresiasi║
║ langkah Pertamina yang selalu membuka ruang ║
║ komunikasi dengan media.” ║
╚════════════════════════════════╝

Malam kemudian tumbuh dari percakapan-percakapan ringan yang mengalir tanpa sekat. Di antara sajian berbuka, diskusi tak hanya berhenti pada angka distribusi, tetapi menjelajah pada satu hal yang lebih dalam: bagaimana kolaborasi bisa menjadi fondasi kepercayaan publik.

Secara kontekstual, langkah ini menunjukkan kesadaran strategis bahwa di wilayah seperti Papua Tengah—dengan tantangan geografis dan sensitivitas sosial—pengelolaan energi tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan ekosistem komunikasi yang sehat. Media, dalam hal ini, bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga penjaga stabilitas persepsi publik terhadap layanan vital seperti BBM dan LPG.

Pertemuan itu pun berakhir tanpa gegap gempita. Namun, seperti senja yang perlahan menghilang, ia meninggalkan jejak yang tak kasat mata—kepercayaan yang tumbuh, sinergi yang menguat.

Dan di Mimika, di antara kerja sunyi distribusi energi dan derap langkah para jurnalis, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: bahwa pelayanan publik terbaik selalu lahir dari kolaborasi yang jujur dan komunikasi yang terbuka.

Example 300250