Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Kabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaTeknologi

Bayang Pelarian Berakhir di Senja Dekai: Satgas Damai Cartenz Bekuk Napi Kabur Wamena

71
×

Bayang Pelarian Berakhir di Senja Dekai: Satgas Damai Cartenz Bekuk Napi Kabur Wamena

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YAHUKIMO | LINTASTIMOR.ID — Senja belum sepenuhnya tenggelam di langit Dekai ketika langkah pelarian itu akhirnya terhenti. Di antara semak-semak yang mulai gelap dan sunyi, aparat menutup jejak seorang buronan—Ferly Wesabla alias Ferlin (22), yang selama ini hidup dalam bayang-bayang pelarian.

Ia ditangkap personel Satgas Operasi Damai Cartenz, Senin (16/3) sekitar pukul 17.50 WIT, di Kompleks Perumahan Ekselon II, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Sebuah akhir yang perlahan namun pasti, dari pelarian sejak kaburnya dari Lapas Klas IIB Wamena.

Example 300x600

Penangkapan itu bermula dari informasi yang beredar senyap, lalu dirajut menjadi pengintaian yang terukur. Tim gabungan Sektor Yahukimo memantau setiap gerak Ferly, yang saat itu menggunakan sepeda motor menuju rumah keluarganya. Namun naluri pelarian tak pernah benar-benar padam—ia sempat berlari, menyusup ke semak-semak, mencoba menghindar dari takdir. Aparat bergerak cepat, mengejar, dan mengakhiri pelarian itu tanpa celah.

Ferly Wesabla diketahui merupakan salah satu dari tujuh narapidana yang melarikan diri dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025. Dari pelarian itu, satu orang telah lebih dulu ditangkap, sementara lima lainnya masih dalam pengejaran aparat.

Lebih jauh, berdasarkan data kepolisian, Ferly juga diketahui tergabung dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Yalennang. Ia merupakan terpidana dalam perkara pembunuhan terhadap anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara, pada tahun 2024—kasus yang meninggalkan luka mendalam bagi institusi dan masyarakat.

Dalam penangkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Mio 125 tanpa nomor polisi, headset merek Robot warna hitam, charger handphone, tas noken, korek api gas warna kuning, serta satu buah noken kecil.


“Keberhasilan ini bukan sekadar penangkapan—
ia adalah penanda bahwa hukum tidak pernah lelah berjalan.
Setiap pelarian memiliki batas,
dan pada akhirnya, keadilan akan menemukan jalannya.”

— Kombes Pol. Yusuf Sutejo

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 itu menegaskan bahwa langkah penegakan hukum akan terus dilakukan secara intensif untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo.


“Apa yang terjadi hari ini adalah hasil dari kerja senyap yang tak terlihat,
namun terukur dan tak tergoyahkan.
Kami memastikan, siapa pun yang melawan hukum,
akan tetap kami kejar hingga tuntas.”

— Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani

Saat ini, Ferly telah diamankan di Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Klas IIB Wamena terkait mekanisme penyerahan kembali narapidana tersebut.


“Keamanan bukan hanya milik aparat,
ia hidup dari kesadaran bersama.
Ketika masyarakat ikut menjaga,
di situlah ketenangan benar-benar lahir.”

— Kombes Pol. Adarma Sinaga

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 itu juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas dan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

Analisis Kontekstual
Penangkapan ini tidak hanya menandai keberhasilan aparat dalam memburu buronan, tetapi juga memperlihatkan bahwa pelarian narapidana—terlebih yang memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata—merupakan ancaman nyata bagi stabilitas keamanan daerah. Celah dalam sistem pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi risiko keamanan yang lebih luas jika tidak diimbangi dengan pengawasan ketat dan sinergi lintas institusi.

Kini, di Dekai, malam turun perlahan. Jejak pelarian itu telah berhenti, tetapi kerja hukum belum usai. Di tanah Papua yang sunyi, keadilan tetap berjalan—tenang, pasti, dan tak pernah benar-benar padam.

Example 300250