Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPeristiwaPolkam

Sumpah Jabatan di Tanah Perbatasan: Wakil Bupati Belu Tegaskan Integritas dan Pelayanan sebagai Nafas Birokrasi

99
×

Sumpah Jabatan di Tanah Perbatasan: Wakil Bupati Belu Tegaskan Integritas dan Pelayanan sebagai Nafas Birokrasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID – Di ruang yang dipenuhi kesaksian para pejabat daerah dan unsur Forkopimda, suasana pelantikan itu terasa lebih dari sekadar seremoni administratif. Ada kesunyian yang khidmat ketika sumpah jabatan diucapkan—sebuah ikrar yang tidak hanya mengikat pada aturan negara, tetapi juga pada harapan masyarakat di tanah perbatasan.

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Goncalves, ST, secara resmi mengambil sumpah jabatan dan melantik sejumlah pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu. Prosesi tersebut turut dihadiri Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Belu, para asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Vicente Hornai menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan bukan sekadar posisi struktural dalam rantai birokrasi, melainkan amanah yang menuntut integritas dan kesungguhan.

╔════════════════════════════════╗
“Saya ingatkan bahwa setiap pejabat yang dilantik harus mampu menunjukkan kinerja yang nyata, bekerja secara disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika pemerintahan. Layanilah masyarakat secara baik.”
╚════════════════════════════════╝

Pesan itu disampaikan dengan nada tegas, seakan mengingatkan bahwa birokrasi bukan menara kekuasaan, melainkan jembatan pelayanan bagi masyarakat.

Vicente Hornai juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai inti dari kerja pemerintahan.

╔════════════════════════════════╗
“Aparatur harus menjadi pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan program kerja harus benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.”
╚════════════════════════════════╝

Menurutnya, para pejabat yang dilantik harus mampu menjadi teladan di unit kerja masing-masing, membangun koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang kuat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

╔════════════════════════════════╗
“Mari kita bekerja untuk mewujudkan Kabupaten Belu yang berkualitas, mandiri, harmonis, demokratis, dan berbudaya.”
╚════════════════════════════════╝

Dalam konteks pemerintahan daerah yang terus dituntut bergerak adaptif, pelantikan pejabat struktural seperti ini tidak hanya dimaknai sebagai pengisian jabatan kosong. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi birokrasi agar roda pelayanan publik tetap berjalan efektif di tengah dinamika pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan seperti Belu yang memiliki tantangan administratif dan sosial yang khas.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Belu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik.

╔════════════════════════════════╗
“Bekerjalah dengan penuh semangat, loyalitas, dan komitmen untuk mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
╚════════════════════════════════╝

Adapun pejabat yang dilantik yakni:

  1. Martha Martins Naibuti, SKM – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu
  2. Maria Regolinda Ervina Bria, S.ST – Kepala Seksi Pemerintahan pada Kecamatan Lamaknen Selatan
  3. Marianus Flavianus Mite, A.Md.Kep – Kepala Seksi Pemberdayaan Kesehatan pada Kecamatan Lamaknen Selatan
  4. Herminus Bou, S.STP., MM – Lurah Tulamalae
  5. Ruben Bauk, S.H – Lurah Lidak
  6. Jibrael W.A. Taka Logo, SE – Lurah Rinbesi
  7. Dominikus Mau Bele, S.IP., M.Sos – Kepala Seksi Pelayanan Umum pada Kecamatan Nanaet Duabesi
  8. Agustinus Ulu, S.IP – Kepala Seksi Pemerintahan pada Kecamatan Nanaet Duabesi
  9. Paulus Nahak Boisala, SE – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Kecamatan Lamaknen
  10. Alfreds S.F. Kaikatui, S.STP – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Kecamatan Kota Atambua

Di balik setiap nama yang dilantik hari itu, tersimpan tanggung jawab panjang yang akan diuji oleh waktu dan pelayanan. Sebab pada akhirnya, sumpah jabatan bukan hanya janji di hadapan negara, tetapi juga janji diam-diam kepada rakyat yang menaruh harapan pada setiap keputusan birokrasi.

Example 300250