Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKesehatanNasionalOtomotifTeknologi

Menjaga Nyala Energi Ramadan di Timur Indonesia, Pertamina Pastikan Stok Aman Jelang Idulfitri

46
×

Menjaga Nyala Energi Ramadan di Timur Indonesia, Pertamina Pastikan Stok Aman Jelang Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PAPUA–MALUKU| LINTASTIMOR.ID — Ketika Ramadan memasuki pekan-pekan terakhir dan gema takbir mulai dinantikan, aktivitas masyarakat di berbagai daerah perlahan meningkat. Perjalanan mudik, ibadah yang semakin intens, hingga pergerakan ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi denyut kehidupan yang tak terpisahkan dari kebutuhan energi.

Di wilayah Papua dan Maluku, kesiapan itu kini dipastikan melalui kerja senyap Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026 Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku yang mulai bertugas sejak 9 Maret 2026. Tim ini memastikan suplai energi tetap andal guna mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ibadah, serta kegiatan ekonomi selama bulan suci hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Example 300x600

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menjelaskan bahwa meskipun wilayah Papua dan Maluku tidak mengalami lonjakan arus mudik sebesar daerah lain di Indonesia, antisipasi terhadap peningkatan konsumsi energi tetap dilakukan secara serius.

“Tetap ada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi dua kali, 14–15 Maret ketika anak sekolah sudah mulai libur dan 18–19 Maret ketika mendekati perayaan Idulfitri. Begitu juga arus balik yang terjadi dua kali, 24–25 Maret dan 28–29 Maret. Kami telah memetakan proyeksi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut,” jelas Awan Raharjo.

Ia menegaskan bahwa seluruh infrastruktur operasional, lembaga penyalur, serta keandalan stok energi telah diperkuat sejak awal Februari agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas Ramadan dengan tenang.

Berdasarkan proyeksi Pertamina, di wilayah Papua dan Maluku diperkirakan terjadi peningkatan konsumsi beberapa jenis energi, di antaranya BBM jenis gasoline atau bensin sebesar 3,8 persen, minyak tanah 4,5 persen, Avtur 1,5 persen, dan LPG 17,5 persen.

Sebaliknya, konsumsi BBM jenis gasoil diesel diperkirakan turun 10,6 persen, sedangkan BBM industri menurun sekitar 3,5 persen, seiring berkurangnya aktivitas logistik dan industri selama masa libur.

Untuk memastikan pasokan energi tetap stabil, Pertamina menyiapkan berbagai sarana dan fasilitas operasional, antara lain 21 Fuel Terminal, 2 LPG Terminal, 12 Aviation Fuel Terminal, 2 SPBE LPG non-subsidi, 338 mobil tangki, serta 21 kapal tanker suplai yang seluruhnya dalam kondisi siap beroperasi maksimal.

Di sisi distribusi kepada masyarakat, jaringan lembaga penyalur juga telah dipastikan siap melayani, yakni 467 SPBU reguler dan non-reguler, 39 SPBU nelayan, 228 Pertashop, 30 agen LPG, serta 131 agen minyak tanah.

Awan Raharjo menambahkan bahwa pada masa Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga mengoperasikan empat pilar layanan utama untuk memastikan pelayanan energi berjalan optimal.

“Kami memiliki empat pilar layanan pada masa Ramadan dan Idulfitri, yakni pilar layanan energi seperti SPBU dan agen minyak tanah siaga, pilar wilayah atensi untuk jalur utama dan lokasi wisata, pilar promosi melalui MyPertamina, serta pilar layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina bagi masyarakat yang ingin beristirahat sejenak di perjalanan,” ungkapnya.

Untuk layanan energi, Pertamina menyiapkan 506 SPBU siaga, 131 agen minyak tanah siaga, dan 30 agen LPG siaga yang akan beroperasi 24 jam atau dengan jam operasional lebih panjang, termasuk tetap melayani saat libur Idulfitri.

Selain layanan energi, masyarakat juga dapat menikmati fasilitas tambahan Serambi MyPertamina yang telah beroperasi di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, sejak 9 Maret 2026. Di tempat ini, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan gratis seperti mini klinik, kursi pijat, makanan ringan, minuman, hingga layanan porter gratis bagi penumpang pesawat.

“Seluruh layanan ini disiapkan untuk memastikan kelancaran, kemudahan, dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan BBM, LPG, serta minyak tanah, termasuk untuk mendukung transportasi darat, udara, dan laut selama masa mudik,” terang Awan.

Tak hanya itu, Pertamina juga menghadirkan berbagai program promosi melalui aplikasi MyPertamina, seperti diskon mudik Rp15.000 dengan penggunaan MyPertamina, potongan harga hingga Rp300 per liter untuk Pertamax Series dan Dex periode 13–31 Maret 2026, serta cashback Bright Gas hingga Rp25.000.

Khusus Idulfitri, pengguna MyPertamina juga berkesempatan memperoleh THR sebesar Rp100.000 dengan transaksi akumulasi sebesar Rp1 juta.

Di sektor penerbangan, Pertamina turut memberikan diskon Avtur sebesar 10 persen di 37 bandara pada periode 14–29 Maret 2026, sebagai dukungan terhadap kelancaran operasional penerbangan selama masa mudik Lebaran.

Secara kontekstual, kesiapan distribusi energi di wilayah timur Indonesia menjadi bagian penting dari stabilitas aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Di daerah yang memiliki tantangan geografis luas seperti Papua dan Maluku, keberlanjutan pasokan energi bukan sekadar soal logistik, melainkan juga tentang memastikan mobilitas, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

Menutup keterangannya, Awan Raharjo menegaskan komitmen Pertamina untuk terus hadir melayani masyarakat hingga pelosok negeri.

“Ramadan dan Idulfitri menjadi momen spesial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen memastikan kesiapan energi sehingga setiap perjalanan, setiap kegiatan, dan setiap momen bersama keluarga dapat berjalan dengan lancar dan nyaman,” tutupnya.

Di tengah perjalanan panjang menuju hari kemenangan, ketersediaan energi yang terjaga menjadi pengingat sederhana bahwa di balik setiap perjalanan pulang, selalu ada kerja sunyi yang memastikan semuanya tetap bergerak—dari jalan raya hingga langit penerbangan, dari kota hingga wilayah paling timur negeri ini.

Example 300250