ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID — Pagi itu, dokumen bertanggal 11 Maret 2026 menjadi penanda babak baru bagi birokrasi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Melalui keputusan resmi Bupati Belu, puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat amanah baru dalam jabatan pengawas hingga pimpinan perangkat daerah.
Mutasi ini bukan sekadar rotasi administratif. Ia adalah gerak sunyi yang mengatur ulang ritme pemerintahan—menempatkan orang-orang di posisi strategis agar roda pelayanan publik di daerah perbatasan itu tetap berdenyut kuat.
Sebanyak 79 pejabat struktural Eselon IV-A dilantik untuk mengisi berbagai posisi penting, mulai dari kepala subbagian, kepala seksi, hingga lurah di sejumlah wilayah. Bersamaan dengan itu, pejabat Eselon III-A dan III-B juga turut mengalami pergeseran jabatan sebagai bagian dari penataan organisasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.
Di antara pejabat Eselon IV-A yang dilantik antara lain Narsi Narus, ST sebagai Kasubag Hukum, Kepegawaian dan Umum Dinas Kesehatan; Oktaviana Adriana Tae, S.IP sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi; serta Petrus Atolan Taku, S.Ak sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Selain itu, sejumlah jabatan lurah juga diisi oleh pejabat baru seperti Norbertus R. Bere Mau, S.H sebagai Lurah Atambua, Ludovikus A. Laku Loi, A.Md sebagai Lurah Fatubenao, Elias Yunus Tes Mali, SH sebagai Lurah Tenukiik, hingga Wenseslaus Y. Da Costa Bria, S.E, M.M sebagai Lurah Manuaman.
Pada level struktural lebih tinggi, pemerintah daerah juga menetapkan sejumlah pejabat Eselon III-A, di antaranya:
- Paulus Charles R. Djaga, ST sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Belu
- Ferdinand Hale Kin, ST sebagai Sekretaris Dinas PUPR
- Ir. Elok Wahju Hidajat sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
- Inacio Mendes, AP sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol
- dr. Vincentius Adrianus Leo sebagai Direktur UPTD RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD
- Alsino Dos Santos Martins, S.Sos sebagai Camat Kakuluk Mesak
- Aloisius Sixtus Dedy Luan, S.AP sebagai Camat Lamaknen
- Ferdinandus Bone Lau, S.IP sebagai Camat Raimanuk
- Katarina Mura, S.IP sebagai Camat Atambua Selatan
Sementara itu pada Eselon III-B, sejumlah posisi kepala bidang di berbagai organisasi perangkat daerah juga diisi pejabat baru, termasuk di sektor pertanian, pendidikan, pariwisata, perdagangan, hingga komunikasi dan informatika.
“Selamat bertugas kepada para pejabat yang baru saja menerima amanah jabatan. Semoga tanggung jawab ini dijalankan dengan integritas, dedikasi, serta membawa berkah bagi masyarakat Belu.” ucap Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, S.T Lantik 79 Penjabat Eselon IV – A dan Eselon IV B di Gedung Betelalenok,Kamis 12 Maret 2026.
Mutasi jabatan di lingkungan pemerintah daerah merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier ASN sekaligus strategi untuk memperkuat kinerja organisasi. Dalam konteks Belu sebagai wilayah perbatasan negara, efektivitas birokrasi menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan pembangunan daerah tetap bergerak maju.
Secara kontekstual, penataan struktur birokrasi ini juga dapat dibaca sebagai langkah konsolidasi pemerintahan daerah dalam menghadapi dinamika pembangunan dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. Dengan menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap unit kerja mampu menjalankan fungsi pelayanan secara lebih responsif dan akuntabel.
Pada akhirnya, mutasi ini bukan hanya soal pergantian nama di papan jabatan. Ia adalah tentang harapan—bahwa di balik setiap penempatan baru, ada tanggung jawab untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat, lebih cepat melayani, dan lebih jujur dalam mengabdi.


















