Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalPeristiwaPolkam

Data Menjadi Kompas Ekonomi: Ketika BPS Belu dan KADIN Menyatukan Langkah Menyongsong Sensus Ekonomi 2026

61
×

Data Menjadi Kompas Ekonomi: Ketika BPS Belu dan KADIN Menyatukan Langkah Menyongsong Sensus Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ATAMBUA | LINTASTIMOR.ID — Pagi yang tenang di Atambua pada Rabu, 11 Maret 2026, berubah menjadi ruang pertemuan gagasan tentang masa depan ekonomi daerah. Di Ruang Rapat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu, percakapan yang berlangsung bukan sekadar agenda formal, melainkan pertemuan dua kekuatan penting: penyedia data dan pelaku usaha.

BPS Kabupaten Belu menggelar audiensi bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Belu untuk membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Belu, Mangiring Situmorang, S.E., M.Si, bersama jajaran, serta perwakilan pengurus KADIN Kabupaten Belu.

Example 300x600

Suasana diskusi berlangsung hangat namun sarat makna. Di balik angka-angka statistik yang sering dianggap kaku, tersimpan harapan besar untuk membaca denyut nadi ekonomi Belu secara lebih jujur dan utuh.

Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan rutin. Ia adalah upaya memotret secara menyeluruh aktivitas usaha yang tumbuh di tengah masyarakat—dari usaha kecil di lorong pasar hingga perusahaan yang menggerakkan roda perdagangan daerah.

Dalam audiensi tersebut, BPS menegaskan pentingnya keterlibatan aktif para pelaku usaha agar sensus dapat menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan dapat dipercaya. Data yang kuat akan menjadi fondasi bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.

“Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan dukungan semua pihak, khususnya dunia usaha. Data yang jujur dan lengkap dari pelaku usaha akan menjadi pijakan penting bagi perencanaan pembangunan ekonomi daerah,” ujar Mangiring Situmorang, Kepala BPS Kabupaten Belu.

Pernyataan itu tidak berdiri sendiri. Ia menemukan resonansi dari pihak KADIN Kabupaten Belu yang menyatakan kesiapannya untuk turut menggerakkan para pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam sensus tersebut.

“KADIN siap mendukung pelaksanaan SE2026 dan mendorong seluruh pelaku usaha di Kabupaten Belu untuk berpartisipasi memberikan data yang benar dan akurat,” ungkap perwakilan KADIN dalam pertemuan tersebut.

Secara kontekstual, langkah kolaboratif antara BPS dan KADIN memiliki arti strategis bagi Belu sebagai wilayah perbatasan negara. Di daerah yang menjadi gerbang ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste ini, data ekonomi yang presisi bukan hanya soal statistik, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah membaca peluang perdagangan lintas batas, memperkuat UMKM lokal, serta merancang kebijakan pembangunan yang berbasis realitas lapangan.

Audiensi ini menjadi sinyal bahwa pembangunan ekonomi tidak lahir dari asumsi, tetapi dari data yang jujur dan kerja sama yang kuat.

Di ruang rapat yang sederhana itu, percakapan tentang angka perlahan menjelma menjadi percakapan tentang masa depan. Sebab pada akhirnya, setiap angka dalam sensus bukan sekadar data—melainkan cerita tentang usaha, harapan, dan langkah masyarakat Belu dalam menata ekonominya menuju hari esok.

Example 300250