ATAMBUA |LINTASTIMOR.ID— Pagi di Atambua terasa teduh ketika pintu ruang kerja Wakil Bupati Belu terbuka untuk sebuah pertemuan yang sarat makna. Di daerah yang berdiri tegak di garis perbatasan Indonesia–Timor Leste, silaturahmi bukan sekadar seremoni. Ia adalah bahasa kepercayaan.
Senin (09/03/2026), Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST menerima kunjungan Komandan Brimob Batalyon A Pelopor Belu yang baru, AKP Raimundo De Jesus, S.H. Pertemuan itu menjadi momen perkenalan sekaligus peneguhan komitmen antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.
Di ruang kerja yang sederhana namun penuh wibawa itu, dua institusi yang sama-sama memikul tanggung jawab besar bagi masyarakat Belu saling menyapa, saling meneguhkan niat untuk bekerja bersama.
Wabup Vicente menyampaikan ucapan selamat datang kepada Komandan Brimob yang baru bertugas di wilayah yang dikenal sebagai beranda terdepan Indonesia di Timur.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Brimob selama ini telah menjadi kekuatan penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
“Terkait cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, kami sangat mengapresiasi inisiatif Brimob yang sigap dan selalu standby membantu pemerintah daerah dalam penanganan tanggap darurat bencana,”
— Vicente Hornai Gonsalves
Menurutnya, kerja sama yang terbangun antara pemerintah daerah dan aparat keamanan bukan sekadar koordinasi formal, melainkan bentuk nyata dari pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan kehadiran negara.
“Ini adalah bentuk sinergi yang baik. Mari kita terus bekerja sama untuk membantu masyarakat Belu,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Brimob Batalyon A Pelopor Belu yang baru, AKP Raimundo De Jesus, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Belu.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Brimob di wilayah Belu bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga siap turun langsung membantu masyarakat, terutama ketika bencana datang tanpa aba-aba.
“Kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Belu, terutama dalam kondisi sekarang di mana beberapa wilayah terdampak bencana akibat cuaca ekstrem,”
— AKP Raimundo De Jesus
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Belu turut didampingi Kepala BPBD Kabupaten Belu drg. M. Ansilla F. Eka Mutty serta Kabag Hukum Setda Belu. Sementara dari jajaran Brimob hadir Danki 1 Batalyon A Pelopor AKP Inacio Ximenes, S.H, Pasi Ops Batalyon A Pelopor AKP Moces, Pasi Yanma Yon A Iptu Valadares, Danton 1 Ipda Mateos Kire, serta Kanit Intel Brimob Aipda Aditoa, S.IP.
Secara kontekstual, pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Belu. Dalam situasi seperti ini, koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi elemen krusial untuk memastikan respons tanggap darurat berjalan cepat, terukur, dan efektif.
Di daerah perbatasan seperti Belu, setiap jabatan bukan sekadar posisi administratif. Ia adalah amanah menjaga ketenangan warga, melindungi wilayah negara, dan memastikan bahwa ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, negara hadir—bukan sebagai simbol, tetapi sebagai tangan yang benar-benar bekerja.


















