Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaKesehatanNasionalPeristiwaPolkam

Tugu Injil Berdiri di Ilaga: Bupati Elvis Tabuni Menghidupkan Kembali Jejak Iman 1956

136
×

Tugu Injil Berdiri di Ilaga: Bupati Elvis Tabuni Menghidupkan Kembali Jejak Iman 1956

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

PUNCAK | LINTASTIMOR.ID| – Kabut pegunungan yang menggantung di langit Ilaga pada Sabtu pagi (07/03/2026) seolah menjadi saksi sebuah peristiwa yang sarat makna sejarah. Di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak, sebuah tugu berdiri tegak—bukan sekadar monumen batu, melainkan penanda perjalanan iman yang telah menembus lembah dan pegunungan Papua selama puluhan tahun.

Example 300x600

Tugu itu diresmikan langsung oleh Bupati Puncak Elvis Tabuni, sebagai simbol mengenang masuknya Injil ke wilayah Ilaga serta penghormatan bagi para misionaris Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang pertama kali membawa kabar keselamatan ke Pegunungan Tengah Papua.

Lokasi tugu tidak dipilih secara kebetulan. Ia berdiri tepat di samping kediaman misionaris legendaris Gordon F. Larson di Kampung Eromaga—tempat yang menyimpan jejak awal pelayanan Injil di wilayah tersebut.

Peresmian ini turut dihadiri oleh tamu istimewa Patricia Pane Jordan, putri dari Gordon F. Larson, bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat setempat yang datang dengan rasa hormat terhadap sejarah iman yang pernah mengubah wajah kehidupan di wilayah itu.

Dalam sambutannya, Bupati Elvis Tabuni menegaskan bahwa tugu tersebut bukan sekadar simbol fisik, melainkan pengingat spiritual bagi generasi masa kini dan masa depan.

╔════════════════════════════════╗
“Peresmian tugu Injil ini adalah momentum yang sangat penting dan bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Puncak. Tugu ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol iman, sejarah, dan karya keselamatan Tuhan yang telah terjadi di Ilaga dan seluruh Tanah Papua.”
Elvis Tabuni
╚════════════════════════════════╝

Sejarah mencatat, pada 22 September 1956, misionaris Pendeta Gordon F. Larson bersama rekan-rekannya D. Gibonis dan Jhon Elenberger tiba di Ilaga. Dari titik sederhana itulah pelayanan Injil mulai bertumbuh di tengah masyarakat Suku Dani dan Damal, membuka babak baru dalam perjalanan spiritual masyarakat Pegunungan Tengah.

Bupati Elvis mengungkapkan bahwa pembangunan tugu ini juga bertujuan agar generasi muda tidak melupakan sejarah datangnya terang Injil di tanah mereka.

╔════════════════════════════════╗
“Sudah 70 tahun Injil masuk di sini, tetapi banyak generasi muda tidak tahu kapan Injil pertama datang. Dahulu keadaan kita seperti apa—gelap, lalu datanglah firman Tuhan. Dari mana itu datang? Karena itu kita bangun tugu ini, supaya sejarah itu tidak hilang.”
Elvis Tabuni
╚════════════════════════════════╝

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Puncak berencana membangun tugu-tugu Injil di berbagai wilayah lainnya. Bupati menegaskan bahwa penghormatan tidak hanya diberikan kepada misionaris Protestan, tetapi juga akan dibangun tugu peringatan bagi misionaris Katolik yang turut berperan dalam sejarah pelayanan rohani di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan monumen Tuhan Yesus Mengurapi di beberapa titik strategis di empat penjuru yang menghadap Kota Ilaga, sebagai simbol berkat dan perlindungan bagi ibu kota Kabupaten Puncak.

Ketua Sinode GKII Wilayah II, Pdt. Hans Wakerwa, memberikan apresiasi atas inisiatif pemerintah daerah yang dinilainya sebagai bentuk nyata penghargaan terhadap sejarah pekabaran Injil.

╔════════════════════════════════╗
“Bupati Elvis Tabuni adalah buah nyata dari pekabaran Injil yang pernah ditabur para misionaris. Apa yang dilakukan hari ini adalah penghormatan terhadap sejarah iman yang telah membentuk masyarakat kita.”
Pdt. Hans Wakerwa
╚════════════════════════════════╝

Sementara itu, Patricia Pane Jordan tidak mampu menyembunyikan rasa harunya melihat bagaimana masyarakat masih mengenang pelayanan para misionaris yang pernah mengabdikan hidup mereka di tanah Papua.

╔════════════════════════════════╗
“Injil membawa dampak luar biasa hingga ke lembah-lembah terjauh. Pesan saya, jangan hanya diingat dalam bentuk tugu. Biarlah nilai-nilai Injil itu hidup dalam keseharian kita.”
Patricia Pane Jordan
╚════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, pembangunan tugu ini tidak sekadar menghidupkan memori sejarah gereja di Papua, tetapi juga memperlihatkan bagaimana identitas sosial dan spiritual masyarakat Pegunungan Tengah bertumbuh dari proses panjang perjumpaan budaya lokal dengan misi kekristenan sejak pertengahan abad ke-20. Dalam konteks itu, tugu ini menjadi jembatan antara sejarah, iman, dan identitas masyarakat Puncak hari ini.

Ketika kabut kembali turun perlahan di lembah Ilaga, tugu itu kini berdiri sebagai saksi: bahwa sejarah tidak hanya ditulis di buku, tetapi juga ditanam dalam tanah—agar generasi yang lahir kemudian tidak pernah lupa dari mana terang itu pertama kali datang.

Example 300250