Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupHiburanNasional

Dari Timur ke Pusat Arus Musik Nasional: “Bahagia Lagi” dan “Satu Pada Cinta” Mengantar Piche Kota Menembus 6 Juta Pendengar Spotify

139
×

Dari Timur ke Pusat Arus Musik Nasional: “Bahagia Lagi” dan “Satu Pada Cinta” Mengantar Piche Kota Menembus 6 Juta Pendengar Spotify

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA |LINTASTIMOR.ID — Musik tidak selalu lahir dari hiruk-pikuk ibu kota. Kadang ia tumbuh diam-diam dari pinggir negeri, dari sunyi yang panjang, lalu menjelma gema yang didengar jutaan telinga. Itulah jalan yang kini ditempuh Piche Kota.
Lewat dua lagu paling personalnya, “Bahagia Lagi” dan “Satu Pada Cinta”, Piche mencatatkan capaian monumental: lebih dari 6 juta pendengar bulanan di Spotify—sebuah angka yang menegaskan bahwa kejujuran rasa masih memiliki tempat istimewa di industri musik Indonesia.

Lagu Bahagia Lagi tampil sebagai penanda kebangkitan emosional—tentang keberanian mencintai kembali setelah luka, tentang harapan yang tidak dipaksakan. Sementara Satu Pada Cinta hadir lebih sunyi, lebih intim, seolah menjadi doa yang dinyanyikan pelan untuk kesetiaan yang bertahan di tengah waktu.

Example 300x600

Keduanya bukan sekadar lagu. Ia adalah fragmen hidup yang disusun dengan kejujuran, dinyanyikan tanpa topeng, dan diterima publik tanpa syarat.

“Saya tidak pernah menulis lagu untuk mengejar angka.
Saya hanya menulis apa yang benar-benar saya rasakan.
Kalau akhirnya didengar jutaan orang, itu bonus dari kejujuran,”

— Piche Kota

Pencapaian ini sekaligus menempatkan Piche Kota sebagai salah satu musisi asal Timur Indonesia dengan pertumbuhan pendengar tercepat di platform digital. Tanpa sensasi berlebihan, tanpa kontroversi, ia menapaki jalannya sendiri—perlahan, tapi pasti.

Di tengah derasnya arus musik instan, karya Piche justru bergerak berlawanan arah: sederhana, emosional, dan jujur. Mungkin itulah sebabnya lagu-lagunya bertahan lebih lama di playlist pendengar, bukan sekadar lewat, tapi tinggal.

“Bahagia itu tidak selalu tentang memiliki.
Kadang cukup berani jujur pada diri sendiri,
dan membiarkan cinta menemukan jalannya,”

— penggalan makna dari “Bahagia Lagi”

Tak berlebihan bila capaian ini dibaca sebagai sinyal penting: bahwa musik dari pinggiran, dari perbatasan, dari Timur Indonesia, kini tidak lagi sekadar pelengkap. Ia telah menjadi pusat perhatian, berdiri sejajar, dan didengar dunia.

Piche Kota hari ini bukan hanya sedang menikmati puncak angka. Ia sedang menegaskan identitas—bahwa karya yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan pendengarnya.

Dan dari jutaan telinga itu, satu pesan mengendap pelan: musik yang jujur tidak pernah benar-benar sepi.

 

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe