Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkamTeknologi

Di Kota yang Bangun Pagi, TNI Menyapu Harapan

61
×

Di Kota yang Bangun Pagi, TNI Menyapu Harapan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketika Pangdam XVII/Cenderawasih Mengajarkan bahwa Bersih adalah Bahasa Cinta kepada Papua

JAYAPURA |LINTASTIMOR.ID —
Pagi belum sepenuhnya selesai bermimpi ketika derap sepatu prajurit memecah sunyi di Jembatan Taman Imbi. Matahari masih malu-malu, tetapi tangan-tangan itu sudah bekerja—memungut, menyapu, membersihkan. Di Kota Jayapura, kebersihan hari itu bukan sekadar rutinitas. Ia menjadi pesan.

Pesan tentang kepemimpinan. Tentang keberpihakan. Tentang cinta yang diwujudkan bukan lewat pidato panjang, melainkan lewat tindakan sederhana: membersihkan sampah.

Example 300x600

Di bawah tema “Kodam XVII/Cenderawasih: Bersih Itu Sehat dan Indah”, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P. kembali menegaskan watak kepemimpinannya yang humanis dan membumi. Rabu, 4 Februari 2026, dua ruang publik dengan denyut aktivitas tinggi—Jembatan Taman Imbi dan Pasar Ampera—menjadi saksi hadirnya TNI bukan sebagai penjaga jarak, melainkan penjaga kehidupan.

Dua lokasi itu bukan dipilih tanpa alasan. Di sanalah orang berlalu-lalang, ekonomi bergerak, dan sayangnya, sampah kerap tertinggal sebagai jejak abai. Maka pagi itu, Kodam XVII/Cenderawasih memilih hadir, bukan untuk menegur, tetapi memberi contoh.

Sebanyak 250 prajurit TNI dari berbagai satuan diturunkan. Mereka tidak membawa senjata. Yang mereka genggam adalah sapu, karung, dan kesadaran bahwa lingkungan bersih adalah fondasi kesehatan sosial.

Kegiatan Karya Bakti ini dipimpin Waaster Kasdam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Marudut H. Simbolon, S.I.P. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai pengejawantahan langsung dari penekanan Pangdam: TNI harus selalu relevan dengan kebutuhan rakyat.

“Bapak Pangdam selalu menekankan bahwa tugas TNI tidak berhenti pada menjaga kedaulatan wilayah. Kami juga hadir untuk menjawab persoalan-persoalan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat—termasuk kebersihan lingkungan,”
— Letkol Inf Marudut H. Simbolon, S.I.P.

Kutipan itu tidak berhenti sebagai kata. Ia hidup dalam gerak. Para prajurit menyisir sela trotoar, mengangkat sampah yang lama tak tersentuh, menyapu sudut-sudut kota yang kerap luput dari perhatian. Di Pasar Ampera, beberapa warga berhenti sejenak—melihat, lalu ikut membantu. Di situlah pesan Pangdam menemukan gema.

Bagi Mayjen TNI Amrin Ibrahim, Karya Bakti bukan sekadar agenda teritorial. Ia adalah medium pendidikan sosial. Bahwa kota bersih tidak lahir dari satu institusi, melainkan dari kesadaran kolektif.

Di Papua, di mana hubungan TNI dan rakyat memiliki sejarah panjang dan kompleks, kegiatan semacam ini menjadi jembatan kepercayaan. Bukan dibangun dengan retorika, tetapi dengan kerja bersama—keringat yang sama, tanah yang sama, dan harapan yang sama.

“Lingkungan yang bersih melahirkan masyarakat yang sehat. Dan masyarakat yang sehat adalah fondasi Papua yang damai,”
— pesan Pangdam XVII/Cenderawasih yang hidup dalam tindakan.

Ketika matahari mulai meninggi, Jembatan Taman Imbi dan Pasar Ampera tampak berbeda. Lebih bersih, lebih lapang, lebih bernapas. Namun yang paling penting, lebih bermakna.

Di Kota Jayapura pagi itu, Kodam XVII/Cenderawasih tidak hanya membersihkan sampah. Mereka membersihkan jarak. Menyapu prasangka. Dan meninggalkan satu pesan sederhana namun kuat: kepemimpinan sejati selalu dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan rakyatnya.

Dan di bawah komando Pangdam Mayjen TNI Amrin Ibrahim, Papua diajak belajar bahwa bersih bukan hanya soal estetika—tetapi tentang martabat, kesehatan, dan cinta pada tanah sendiri.

 

Example 300250