Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Hukum & Kriminal

Di Antara Foto dan Fakta

8
×

Di Antara Foto dan Fakta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Polisi Mimika Minta Warga Tak Terjebak Ilusi Media Sosial dalam Kasus Pembunuhan Singaraja

MIMIKA.[LINTASTIMOR.ID]
Di era jempol yang lebih cepat dari nalar, sebuah foto bisa berubah menjadi vonis. Di Timika, potret-potret yang beredar liar di layar ponsel mendahului proses hukum—menyulut prasangka, menggiring emosi, dan berpotensi mengaburkan kebenaran.

Kepolisian Resor Mimika mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak terprovokasi oleh foto-foto terduga pelaku pembunuhan di Lorong Singaraja, Jalan Ahmad Yani, yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp. Kepolisian menegaskan, foto-foto tersebut bukan rilis resmi aparat dan tidak dapat dijadikan dasar kebenaran.

Example 300x600

Peringatan itu disampaikan Wakapolres Mimika, Kompol Junan Pilitomo, Senin (02/02/2026), menyusul masifnya penyebaran gambar yang justru berpotensi mengganggu proses penyelidikan.

❝Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi. Foto-foto yang beredar itu bukan rilis dari kepolisian, sehingga kebenarannya belum dapat dipastikan,❞
— Kompol Junan Pilitomo, Wakapolres Mimika

Menurut Kompol Junan, penyebaran informasi visual tanpa dasar hukum yang jelas bukan hanya menyesatkan, tetapi juga mengancam integritas penyelidikan yang tengah berjalan. Kepolisian, kata dia, saat ini masih melakukan pengembangan kasus pembunuhan terhadap SL, warga Lorong Singaraja, dengan memeriksa satu orang saksi yang telah diamankan.

Seluruh proses dilakukan secara profesional, dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah—sebuah prinsip yang kerap tergerus di tengah riuh opini digital.

❝Proses hukum kami jalankan secara profesional. Praduga tak bersalah tetap menjadi pijakan utama dalam setiap langkah penyelidikan,❞
— Kompol Junan Pilitomo

Ia menambahkan, beredarnya foto-foto terduga pelaku dapat memicu kesalahpahaman publik, bahkan menyeret pihak-pihak yang tidak terkait. Isu keterlibatan keluarga aparat penegak hukum pun sempat mencuat dan memperkeruh suasana.

❝Terkait isu keterlibatan anggota Polri, setelah ditindaklanjuti Propam, dinyatakan tidak benar. Sementara dugaan keterlibatan anak anggota Polri masih dalam tahap pengembangan,❞
— Kompol Junan Pilitomo

Di tengah suasana yang sensitif, Polres Mimika terus melakukan pendekatan persuasif—berkoordinasi dengan keluarga korban serta tokoh-tokoh masyarakat—demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

❝Kami terus berkomunikasi dengan keluarga korban dan tokoh masyarakat agar situasi tetap aman dan terkendali,❞
— Kompol Junan Pilitomo

Kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat, hingga perkara ini terungkap secara terang dan adil.

❝Kami bekerja maksimal. Mohon kepercayaan publik agar proses ini berjalan tanpa tekanan dan spekulasi,❞
— Kompol Junan Pilitomo

Di Timika, kebenaran sedang dicari—pelan, metodis, dan bertanggung jawab. Di saat yang sama, polisi mengingatkan: tak semua yang tampak di layar adalah fakta, dan keadilan tidak pernah lahir dari viralitas, melainkan dari proses hukum yang jujur dan sabar.

 

Example 300250
Penulis: Redaksi Lintastimor.idEditor: Agustinus Bobe