Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
Gaya HidupNasional

Menulis Kebenaran di Tengah Kekuasaan: Hukum, Pers, dan Nurani Demokrasi

57
×

Menulis Kebenaran di Tengah Kekuasaan: Hukum, Pers, dan Nurani Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Profil:

Agustinus Bobe, S.H M.H

Di ruang tempat hukum kerap ditarik ke kepentingan kekuasaan dan kebebasan pers diuji oleh pasal-pasal pidana, nama Agustinus Bobe, S.H., M.H. hadir sebagai suara yang tidak tergesa, namun tegas: praktisi hukum yang berpikir jurnalis, dan jurnalis yang bernalar hukum.

Ia dikenal sebagai praktisi hukum, ahli hukum pidana pers, serta pengamat kebijakan publik dan penegakan hukum, yang secara konsisten menulis dan menyampaikan analisis kritis mengenai relasi Polri, hukum pidana, dan kebebasan pers dalam lanskap negara demokratis dan konstitusional. Karya-karyanya berpijak pada analitik fakta, data, dan presisi argumentasi, bukan opini kosong.

Example 300x600

Akar Pendidikan dan Jalan Intelektual

Jejak intelektual Agustinus Bobe bertumbuh dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi yang membentuk disiplin berpikir dan kepekaan sosial. Ia menempuh pendidikan di SDK Lotas, SMPK St. Gregorius Buraen–Amarasi, SMAN 2 Kupang, kemudian melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang.

Minatnya pada hukum yang hidup—yang bekerja di tengah masyarakat dan kekuasaan—membawanya meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan sebagai Calon Doktor (S3) Hukum Jurnalisme dan Kebijakan Publik, dengan fokus kajian pada:

  • Perlindungan kebebasan pers
  • Reformasi hukum pidana
  • Kebijakan penegakan hukum yang berkeadilan, proporsional, dan konstitusional

Jurnalisme sebagai Jalan Panjang Pengabdian

Sejak 5 Maret 1999, Agustinus Bobe mengabdikan diri di dunia jurnalistik. Ia menyaksikan dan menulis langsung denyut perubahan hukum, politik, dan kebebasan sipil di Indonesia—dari era transisi hingga tantangan demokrasi kontemporer.

Kini, ia menjabat sebagai Pemimpin Umum Media Group Lintastimor Indonesia, yang menaungi Lintastimor.id dan Buserkota.com. Media baginya bukan sekadar industri, melainkan ruang etika publik—tempat kebenaran diuji, kekuasaan diawasi, dan suara warga dilindungi.

Penulis Buku: Hukum yang Tegas, Filsafat yang Dalam, Jurnalisme yang Bernyawa

Selain aktif sebagai praktisi dan jurnalis, Agustinus Bobe juga dikenal sebagai penulis buku yang menjembatani dunia akademik, praktik hukum, dan kepekaan sastra. Karya-karyanya antara lain:

  • Buku Hukum Pidana Pers
    Sebuah karya yang mengurai batas antara kritik dan kriminalisasi, antara kebebasan berekspresi dan penyalahgunaan hukum pidana. Buku ini menegaskan bahwa hukum pidana tidak boleh menjadi alat membungkam pers dalam negara demokratis.
  • Buku Filsafat Hukum
    Menggali akar-akar pemikiran hukum, keadilan, dan moralitas, buku ini memosisikan hukum bukan sekadar teks normatif, tetapi sebagai refleksi nilai, nurani, dan tanggung jawab negara terhadap warganya.
  • Buku Jurnalisme Sastra Romantis
    Sebuah karya yang mempertemukan fakta jurnalistik dengan keindahan bahasa, emosi, dan rasa. Di dalamnya, jurnalisme tidak hanya memberitakan peristiwa, tetapi menghidupkan manusia, luka, harapan, dan cinta dalam realitas sosial.

Melalui buku-buku tersebut, Agustinus Bobe menegaskan satu hal: hukum harus manusiawi, pers harus merdeka, dan tulisan harus bernyawa.

Pengalaman Profesional dan Penguatan Kapasitas

Kompetensi jurnalistiknya diperkuat melalui:

  • Diklat Jurnalis Tingkat Nasional di Kantor Berita Nasional ANTARA, Jakarta Pusat (bersertifikat)
  • Diklat Jurnalis Tingkat Internasional di Amerika Serikat (bersertifikat)

Pengalaman ini memperluas perspektifnya tentang standar pers demokratis, kebebasan berekspresi, dan etika jurnalistik global.

Sikap, Prinsip, dan Keberpihakan

Dalam setiap tulisan dan sikap publiknya, Agustinus Bobe konsisten membedakan kritik dan kejahatan, penegakan hukum dan penyalahgunaan wewenang. Ia meyakini bahwa hukum yang adil tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari keberanian moral dan kepatuhan pada konstitusi.

Moto Hidup

Kerja Keras Tanpa Mengeluh.
Berpikir Kritis, Menulis Kebenaran.

Di tengah hiruk-pikuk kepentingan dan tekanan kekuasaan, Agustinus Bobe memilih tetap berdiri di satu titik sunyi namun bermartabat: menjaga kebenaran dengan pena, nalar hukum, dan integritas.

Ia menulis bukan untuk sensasi.
Ia berbicara bukan untuk popularitas.
Ia bekerja agar keadilan tetap punya suara.

 

Example 300250