Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalTeknologi

Dari Kelapa ke Martabat: YPMAK Menyuling Harapan Ekonomi Mimika Lewat VCO

80
×

Dari Kelapa ke Martabat: YPMAK Menyuling Harapan Ekonomi Mimika Lewat VCO

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID
Di tanah yang selama puluhan tahun dikenal karena perut buminya yang kaya, kini harapan baru disuling dari sesuatu yang jauh lebih hening: kelapa. Bukan tambang, bukan alat berat, melainkan minyak kelapa murni—virgin coconut oil (VCO)—yang perlahan diproyeksikan menjadi jalan kemandirian ekonomi masyarakat Mimika.

Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, tengah menggenjot produksi VCO sebagai strategi pembangunan berbasis rakyat. Sebuah pilihan yang tampak sederhana, namun sarat makna: mengangkat nilai lokal, menumbuhkan ekonomi keluarga, dan memulihkan martabat hidup masyarakat adat.

Example 300x600

Ketua YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa pengembangan VCO bukan sekadar program ekonomi, melainkan bagian dari visi besar pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat Amungme, Kamoro, dan Lima Suku Kekerabatan.

“Kami ingin masyarakat memiliki sumber penghasilan tambahan yang nyata dan berkelanjutan. VCO adalah produk lokal dengan nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang luas,”
ujar Dr. Leonardus, Jumat (30/01/2026).

Di tengah fluktuasi ekonomi dan ketergantungan panjang pada sektor ekstraktif, langkah ini menjadi penanda arah baru: ekonomi yang tumbuh dari tangan sendiri, dari kebun sendiri, dan untuk kehidupan sendiri.

YPMAK, menurut Leonardus, tidak berjalan sendiri. Lembaga ini telah menjalin kerja sama dengan mitra strategis untuk memastikan pemasaran VCO berjalan profesional dan berorientasi pasar, sehingga masyarakat tidak hanya memproduksi, tetapi juga menikmati nilai tambah dari rantai distribusi.

“Produksi tanpa pasar hanya akan melahirkan kekecewaan. Karena itu, YPMAK memastikan VCO Mimika punya jalur pemasaran yang jelas dan berkelanjutan,”
katanya.

Tahun 2026 menjadi momentum penting. Pengembangan VCO akan diperluas, baik dari sisi kapasitas produksi maupun kualitas sumber daya manusia. Pelatihan, pendampingan, hingga penguatan kelembagaan ekonomi rakyat menjadi bagian dari skema besar yang sedang disiapkan.

Di balik botol-botol kecil VCO itu, tersimpan cerita yang lebih besar: tentang perempuan kampung yang kembali percaya pada hasil kebunnya, tentang keluarga yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada upah harian, dan tentang masyarakat adat yang perlahan menata masa depan dengan caranya sendiri.

Direktur YPMAK menyatakan optimismenya bahwa VCO bukan hanya komoditas, tetapi simbol pergeseran paradigma pembangunan di Mimika—dari eksploitasi ke pemberdayaan, dari ketergantungan ke kemandirian.

“Ketika ekonomi rakyat tumbuh, kesejahteraan akan mengikuti. Dan ketika masyarakat berdaya, Mimika akan berdiri lebih kokoh,”
tutup Leonardus.

Dari kelapa yang selama ini tumbuh diam di pesisir dan kampung-kampung, YPMAK kini menyuling sesuatu yang lebih berharga dari minyak: harapan. Dan di Mimika, harapan itu mulai menemukan bentuknya—jernih, murni, dan bernilai tinggi.

Example 300250