Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaNasionalPeristiwa

Iya-Iya Akatiyake”: Gereja Mee Menyusun Arah, Intelektual Katolik Papua Tengah Angkat Topi

136
×

Iya-Iya Akatiyake”: Gereja Mee Menyusun Arah, Intelektual Katolik Papua Tengah Angkat Topi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA | LINTASTIMOR.ID
Di tengah riuh dunia yang kerap memecah, Gereja Katolik suku Mee memilih jalan hening yang menentukan: duduk bersama, merumuskan arah, dan menata masa depan pelayanan. Musyawarah Pastoral (MUSPAS) Mee Ke-VIII Tahun 2026 bukan sekadar agenda gerejawi, melainkan peristiwa iman yang memanggil kesadaran kolektif umat.

Tokoh Intelektual Katolik Papua Tengah, Samuel Yogi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya MUSPAS Mee Ke-VIII yang mengusung tema “Iya-Iya Akatiyake”kita saling menyelamatkan, bangkit, dan berjalan bersama—dengan subtema “Koya Kou Ani Dou Ma Ida Awii Maa”kita memilih yang baik, mengambil yang baik, dan mengisinya dalam hidup kita.

Example 300x600

MUSPAS Mee Ke-VIII akan berlangsung pada 2–9 Februari 2026 di Gereja Paroki Kristus Jaya Komopa, Kabupaten Paniai, dan secara resmi dibuka oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A.

“Muspas ini adalah ruang refleksi dan peneguhan arah.
Gereja hadir bukan untuk diam,
melainkan untuk menyelamatkan, membangkitkan, dan berjalan bersama umat.”

Samuel Yogi

Apresiasi untuk Tuan Rumah dan Para Pelayan

Samuel Yogi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Kristus Jaya Komopa, Pastor Gusti Elmas, Pr., bersama Pastor Yosep Setiadi, Pr. (Pastor Rekan), yang menjadi tuan rumah pelaksanaan MUSPAS Mee Ke-VIII.

“Terima kasih kepada Pastor Gusti Elmas, Pr.
dan Pastor Yosep Setiadi, Pr.,
yang dengan penuh dedikasi menjadi tuan rumah Muspas Mee Ke-VIII Tahun 2026.”

Apresiasi juga disampaikan kepada para biarawan dan biarawati yang akan hadir, serta kepada Uskup Keuskupan Timika, Bupati Paniai Yampit Nawipa, A.Md., Tek, selaku penanggung jawab kegiatan, dan Yunus Kadepa, Ketua Panitia, beserta seluruh pihak yang terlibat.

Forum Iman, Arah Pastoral, dan Masa Depan Mee Pago

Menurut Samuel Yogi, MUSPAS Mee Ke-VIII merupakan forum strategis umat Katolik suku Mee untuk menghimpun delegasi dari berbagai wilayah dan merumuskan arah kebijakan pastoral Gereja ke depan—sebuah proses penting yang menyentuh iman, budaya, dan keberlanjutan pelayanan.

Paroki Kristus Jaya Komopa, yang terpilih sebagai tuan rumah, bukanlah paroki biasa. Paroki tertua di wilayah Mee Pago ini berdiri sekitar 1966 dan merayakan HUT ke-59 pada 2025. Berpusat di Komopa, Kabupaten Paniai, paroki ini menjadi pilar evangelisasi dan pelayanan pastoral di kawasan danau dan pegunungan Papua Tengah.

Dalam sejarahnya, Paroki Kristus Jaya Komopa telah menjadi saksi pertumbuhan iman Katolik suku Mee—sebuah perjalanan panjang yang kini kembali diteguhkan melalui MUSPAS Mee Ke-VIII.

“Muspas bukan sekadar musyawarah.
Ia adalah kompas iman,
yang menentukan ke mana Gereja berjalan bersama umat Mee.”

Dari Komopa, suara Gereja Mee kembali disusun—bukan untuk berteriak, tetapi untuk menuntun. Di sanalah iman dirumuskan, arah ditegaskan, dan harapan disatukan: saling menyelamatkan, bangkit, dan berjalan bersama.

 

Example 300250