Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaPeristiwaPolkamTeknologi

Dari Pasir Lokal, Ekonomi Desa Ditegakkan

66
×

Dari Pasir Lokal, Ekonomi Desa Ditegakkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Di Rote Ndao, pembangunan koperasi tak hanya disangga beton dan semen, tetapi juga solidaritas orang-orang yang percaya pada masa depan desanya sendiri.

ROTE NDAO | LINTASTIMOR.ID
Di tanah Rote yang kering dan jujur, pasir bukan sekadar material bangunan. Ia adalah saksi keterlibatan, tanda kepedulian, dan bukti bahwa pembangunan bisa bertumbuh dari tangan-tangan lokal. Dari sanalah dukungan terhadap pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengalir—pelan, nyata, dan penuh kesadaran kolektif.

Example 300x600

Saul Manafe, pemilik lahan tambang pasir lokal, bersama Gio Manafe, pengelola sekaligus pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan gedung koperasi tersebut dengan menyumbangkan material pasir lokal. Kontribusi itu bukan seremonial, melainkan partisipasi nyata masyarakat dalam menegakkan ekonomi desa dari akarnya sendiri.

“Kami berkontribusi memberikan dukungan berupa material pasir lokal
untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Rote Ndao.”

Gio Manafe

Bagi Gio, keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek strategis seperti KDMP bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan. Ia menegaskan bahwa tambang pasir yang mereka kelola berada dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan IUP yang sah, sehingga pemanfaatan material dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Di Rote Ndao, kepatuhan pada aturan berjalan seiring dengan komitmen membangun.

Koperasi sebagai Jalan Keluar

Lebih dari sekadar bangunan fisik, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih diyakini menjadi pintu keluar dari ketergantungan panjang masyarakat desa terhadap rantai distribusi yang tak adil. Gio menaruh harapan besar pada koperasi sebagai ruang bersama—tempat hasil bumi dan potensi alam desa menemukan nilai yang lebih manusiawi.

“Dengan adanya koperasi, masyarakat bisa menjual hasil produksinya
langsung ke koperasi dan terhindar dari praktik pembelian
dengan harga yang rendah.”

Kata langsung menjadi kunci. Ia menandai putusnya mata rantai panjang yang selama ini sering merugikan petani dan pelaku usaha kecil di desa.

Kerja Sunyi yang Bergerak Cepat

Apresiasi pun diarahkan kepada Kodim 1627/Rote Ndao yang melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan KDMP, termasuk dalam pemanfaatan material pasir dari wilayah setempat. Kolaborasi ini, menurut Gio, menjadi contoh bagaimana negara dan warga dapat berjalan seiring—tanpa jarak, tanpa kecurigaan.

“Kami melihat progres pembangunan sangat cepat.
Pak Dandim bersama anggota bekerja dengan penuh semangat
sehingga pembangunan KDMP berjalan dengan baik.”

Di balik tembok yang mulai berdiri, ada kerja sunyi para prajurit, ada pasir lokal yang dipikul, dan ada keyakinan bahwa koperasi bukan sekadar bangunan—melainkan janji.

Janji bahwa ekonomi desa tak selalu harus datang dari luar.
Janji bahwa masyarakat bisa menjadi subjek, bukan penonton.
Dan di Rote Ndao, janji itu kini sedang dicor—bersama pasir, tenaga, dan harapan.

 

Example 300250