Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
NasionalPolkamTeknologi

Menjemput Ilmu dari Surabaya

78
×

Menjemput Ilmu dari Surabaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Belu Merajut Masa Depan SDM Lewat Jejaring Universitas Airlangga

SURABAYA | LINTASTIMOR.ID
Dari Atambua yang sunyi di tepian perbatasan, layar Zoom menyala pada Senin pagi. Jarak ribuan kilometer seakan runtuh ketika Pemerintah Kabupaten Belu duduk dalam satu ruang digital bersama pimpinan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Di balik pertemuan daring itu, tersimpan satu niat besar: menjemput ilmu, membangun manusia, dan membuka jalan masa depan bagi Belu.

Example 300x600

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, memimpin langsung pertemuan penjajakan kerja sama dan rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Belu dan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Sebuah langkah strategis yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia—terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan generasi muda Belu.

Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang

Dalam sambutannya, Bupati Willy Lay menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Universitas Airlangga membuka ruang dialog dan kerja sama dengan Kabupaten Belu.

“Terima kasih atas undangan ini. Kami berharap kerja sama ini dapat dijelaskan secara rinci, terutama dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia ASN di Kabupaten Belu,”
ujar Bupati Willybrodus Lay.

Baginya, pendidikan bukan sekadar urusan gelar dan ijazah, melainkan investasi jangka panjang bagi tata kelola pemerintahan dan masa depan daerah. ASN yang berkualitas akan melahirkan kebijakan yang berpihak, sementara generasi muda yang terdidik akan menjadi fondasi Belu yang lebih berdaya saing.

Harapan untuk Anak-anak Belu

Tak berhenti pada peningkatan kapasitas ASN, Bupati Willy Lay juga menaruh harapan besar agar kerja sama ini membuka pintu lebih luas bagi masyarakat Belu, khususnya para pelajar berprestasi.

“Kami berharap Universitas Airlangga dapat memberikan kuota atau kemudahan bagi anak-anak Belu agar memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di UNAIR,”
tambahnya.

Harapan itu bukan tanpa dasar. Pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Belu telah menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) yang memberikan kuota pendidikan bagi sepuluh putra-putri Belu. Keberhasilan itu menjadi pijakan optimisme untuk membuka peluang serupa bersama Universitas Airlangga.

“UNAIR adalah salah satu universitas papan atas di Indonesia. Kami berharap tahun ini Belu juga bisa mendapatkan kesempatan serupa seperti yang telah kami terima dari UI,”
ungkap Bupati Willy Lay.

Menjemput Sinergi, Menyiapkan Langkah Nyata

Sebagai wujud keseriusan, Bupati Willy Lay menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung ke Universitas Airlangga guna membahas lebih detail bentuk kerja sama yang akan dibangun—mulai dari pendidikan pascasarjana, pengembangan kapasitas ASN, hingga peluang studi bagi generasi muda Belu.

“Kita berharap ke depan tercipta sinergi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas ASN, serta peningkatan kualitas generasi muda Belu menuju daerah yang lebih maju dan berdaya saing,”
tandasnya.

Pertemuan Ilmu dan Harapan

Zoom Meeting tersebut diikuti jajaran pimpinan Universitas Airlangga, antara lain Wakil Direktur Bidang Akademik, Direktur Bidang Sumber Daya, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Direktur KPS Bidang Forensik, serta perwakilan komisi di lingkungan UNAIR. Dari Belu, hadir Wakil Bupati Belu, para Asisten Sekda, seluruh Pimpinan OPD, dan para Camat se-Kabupaten Belu.

Pertemuan daring itu mungkin singkat, namun maknanya panjang. Dari layar digital, Belu sedang merajut masa depan—menautkan perbatasan dengan pusat ilmu pengetahuan, dan mengikat harapan agar anak-anak daerah tak lagi hanya bermimpi, tetapi benar-benar berangkat menjemput ilmu.

 

Example 300250