Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupPeristiwa

Di Antara Ombak dan Doa: 31 Nyawa, Satu Mukjizat di Waibuku

63
×

Di Antara Ombak dan Doa: 31 Nyawa, Satu Mukjizat di Waibuku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ombak memukul tanpa ampun. Kayu dan besi mengerang, langit menutup wajahnya dengan awan berat. Di Pantai Waibuku, Tuhan memilih cara-Nya sendiri untuk menyelamatkan manusia.

SUMBA | LINTASTIMOR.ID-

Pagi itu, laut di selatan Sumba tidak sedang ramah. Arus datang bergulung, ombak berdiri seperti dinding, dan di kejauhan sebuah kapal berjuang mempertahankan napasnya. KM Abadi Jaya, kapal yang berlayar dari Jakarta, akhirnya menyerah—terdampar di Pantai Waibuku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Tak lama berselang, tubuh kapal yang lelah itu patah menjadi dua. Kayu-kayu terlepas, besi terpelintir, dan bagian lambung berangsur berkeping-keping, digerus ombak yang tak memberi jeda.

Example 300x600

Pemandangan itu menyayat: kapal hancur di hadapan pantai, namun kehidupan justru diselamatkan.

Di dalam kapal, 31 jiwa—anak buah kapal dan nahkoda—menggenggam satu harapan yang sama.

Ketika arus menyeret, mereka terbawa ke karang-karang di tepi pantai. Satu per satu, dalam dentum ombak dan teriakan doa, mereka turun dari kapal.

Beberapa jam kemudian, laut menunjukkan amarahnya sepenuhnya. KM Abadi Jaya terbelah dua. Namun saat itu, tak satu pun nyawa tertinggal.

“Kuasa Tuhan menyelamatkan jiwa-jiwa yang Ia lindungi.”

Kata-kata itu beredar dari bibir ke bibir warga, menjadi pengakuan yang sederhana namun dalam. Di antara basah asin air laut dan dingin angin selatan, tersisa rasa syukur yang tak terucap oleh logika.

Tak ada korban jiwa. Tak ada jerit kehilangan. Hanya hening yang penuh haru, ketika manusia menyadari betapa rapuhnya rencana di hadapan gelombang, dan betapa dekatnya perlindungan ketika berserah.

Peristiwa ini meninggalkan pelajaran yang tak tertulis di peta pelayaran:

“Teruslah berserah diri kepada Tuhan, karena Tuhan tahu dengan cara apa Ia melindungi kita.”

Di Kodi Balaghar, laut kembali bernapas pelan. Karang-karang menyimpan jejak kaki yang tadi pagi adalah saksi perjuangan. Dan di Pantai Waibuku, sebuah kapal mungkin telah hancur, tetapi iman justru berdiri lebih utuh.

Sumba Barat Daya, Kecamatan Kodi Balaghar

Example 300250