Kombes Pol Jeremias Rontini Dipercaya Menjaga Denyut Keamanan di Tanah Baru
JAYAPURA | LINTASTIMOR.ID —
Mutasi dalam tubuh Polri selalu datang seperti gelombang: tak sekadar memindahkan nama dari satu kursi ke kursi lain, tetapi membawa harapan, tanggung jawab, dan kepercayaan negara. Di Papua, wilayah yang selalu menuntut kehadiran negara dengan hati dan ketegasan, gelombang itu kembali bergerak.
Lewat telegram Kapolri ST 143/I/KEP/2026, sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah Polri yang bertugas di Tanah Papua resmi dimutasi. Di antara deretan nama itu, satu amanah mencuri perhatian: Kombes Pol Jeremias Rontini dipercaya menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah.
“Setiap mutasi bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan peneguhan kepercayaan dan tanggung jawab untuk melayani.”
Dari Pengawasan ke Komando
Jeremias Rontini bukan nama baru dalam dinamika Polda Papua. Sebelumnya menjabat Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Papua, ia dikenal memahami denyut internal organisasi—disiplin, tata kelola, dan akuntabilitas. Kini, pengawasan itu berubah menjadi komando, dan komando itu bernama Papua Tengah.
Wilayah baru hasil pemekaran ini menuntut lebih dari sekadar pendekatan keamanan. Ia membutuhkan kepemimpinan yang peka, memahami kompleksitas sosial, budaya, dan luka sejarah, sekaligus tegas menjaga hukum dan ketertiban.
Rotasi Strategis di Tubuh Polri Papua
Dalam telegram mutasi tersebut, Irjen Pol Johny Isir yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat mendapat kepercayaan baru sebagai Kepala Divisi Humas Polri—posisi strategis yang menjadi wajah komunikasi institusi kepolisian di tingkat nasional.
Sementara itu, Brigjen Pol Alfred Papare, yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Tengah, dimutasi dan dipercaya memimpin sebagai Kapolda Papua Barat. Rotasi ini menandai kesinambungan kepemimpinan di dua wilayah strategis Tanah Papua.
“Jabatan boleh berpindah, tetapi tanggung jawab terhadap Papua tetap melekat.”
Di sisi lain, Kombes Pol Muhajir dimutasi dengan jabatan baru sebagai Wakil Kapolda Papua, mendampingi kepemimpinan Polda Papua dalam menjaga stabilitas keamanan.
Pergeseran, Penyegaran, dan Regenerasi
Mutasi juga menyentuh jajaran strategis lainnya. Brigjen Pol Faizal Ramadani, Wakapolda Papua, dipercaya menjadi Widyaiswara Tingkat I Lemdiklat Polri, membawa pengalaman lapangan ke ruang pendidikan dan kaderisasi.
Sementara Kombes Pol Victor Mackbon, yang baru menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, mendapat penugasan baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya—sebuah kepercayaan di pusat penegakan hukum nasional.
Di level perwira menengah, AKBP Umar Nasatekay diangkat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier Biro SDM Polda Papua, dan AKBP Dionisius Vox Dei dipercaya memimpin sebagai Kapolres Jayapura.
Makna di Balik Mutasi
Bagi Polri, mutasi adalah ritme organisasi—penyegaran, peningkatan profesionalisme, sekaligus upaya menempatkan figur yang tepat di medan tugas yang tepat. Namun bagi Papua, setiap mutasi selalu membawa harapan baru: hadirnya kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat kepercayaan publik.
“Papua bukan sekadar wilayah tugas, tetapi ruang pengabdian yang menuntut keberanian, empati, dan ketulusan.”
Dengan ditunjuknya Kombes Pol Jeremias Rontini sebagai Kapolda Papua Tengah, negara kembali menaruh harapan bahwa hukum dapat berdiri tegak tanpa kehilangan wajah kemanusiaannya—bahwa keamanan bisa berjalan seiring dengan keadilan dan rasa aman bagi masyarakat.


















