Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MappiKabupaten MimikaNasionalPeristiwaPolkam

Keselamatan yang Dimulai dari Rumah, Dijalankan di Perut Bumi

103
×

Keselamatan yang Dimulai dari Rumah, Dijalankan di Perut Bumi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Di antara denting baja smelter dan denyut tambang bawah tanah, PT Freeport Indonesia mengingatkan satu hal paling mendasar: hidup harus pulang dengan selamat.

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID —
Keselamatan tidak selalu lahir dari sirene bahaya atau helm kuning yang terpasang rapi. Ia bermula dari hal paling sunyi: kesadaran. Dari rumah. Dari diri sendiri.

Example 300x600

Itulah pesan yang mengalir kuat ketika Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, membuka rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026. Bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan ulang nilai paling purba dalam dunia kerja berisiko tinggi: hidup lebih utama dari target apa pun.

“Safety starts from home. Safety starts with me,”
Tony Wenas

Kalimat itu terdengar sederhana, namun di dunia pertambangan—di mana manusia bekerja berdampingan dengan mesin raksasa dan perut bumi—ia menjadi mantra penyelamat.

Keselamatan sebagai Nilai, Bukan Prosedur

Bagi PTFI, keselamatan bukan sekadar daftar ceklis atau spanduk peringatan. Ia adalah pilar utama nilai perusahaan, terpatri dalam SINCERE: Safety, Integrity, Commitment, Excellence, Respect.

Tony Wenas menegaskan, keselamatan bukan hanya milik ruang kerja. Ia harus hidup di rumah, di jalan, di cara berpikir, dan dalam setiap keputusan kecil yang sering luput dari perhatian.

“Safety bukan hanya saat kita bekerja. Ia adalah sikap hidup,”
ujar Tony, lirih namun tegas.

Di Smelter PTFI Gresik—tempat baja dilelehkan dan mimpi industrialisasi Indonesia dibentuk—pesan itu menggema. Bersamaan dengan dua titik lain: Tembagapura dan Kuala Kencana, di jantung Papua Tengah, tempat tambang bawah tanah terbesar dunia berdenyut tanpa henti.

Tidak Ada Pekerjaan Sekecil Apa Pun yang Lebih Penting dari Nyawa

Dari Kuala Kencana, Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, menyampaikan pesan yang tak kalah tegas—dan terasa personal.

“Sekecil apa pun pekerjaan, tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan,”
Carl Tauran

Kalimat itu seperti jeda panjang di tengah ritme produksi. Sebuah pengingat bahwa di balik angka, grafik, dan target, ada manusia dengan keluarga yang menunggu di rumah.

BK3N 2026 pun tidak berhenti pada slogan. Selama satu bulan penuh, PTFI menghidupkan keselamatan lewat aksi nyata: dari kampanye di sekolah dan kampus, kompetisi pertolongan pertama dan penggunaan AED, hingga tantangan manajemen risiko fatal.

Keselamatan dipelajari, dilombakan, diperdebatkan, bahkan dirayakan.

Merawat Keselamatan sebagai Budaya Bersama

Tema nasional BK3N tahun ini, “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, diterjemahkan PTFI dengan semangat:
Bangkit Bersama, Kerja Selamat, Kerja Sehat.

Ada virtual run sejauh 50 kilometer di Gresik dan 68 kilometer di Tembagapura–Kuala Kencana. Ada inovasi keselamatan, pelaporan partisipatif, hingga video-video reflektif yang merekam cerita dari lapangan.

Keselamatan tidak lagi terasa kaku. Ia menjadi narasi bersama.

Dari Perut Bumi ke Ruang Kesadaran

Puncak BK3N akan digelar di Tembagapura, 7 Februari 2026, dengan bersih kota, safety games, simulasi pemadaman, dan musik lokal—sebuah perayaan hidup di tanah yang keras. Penutupan menyusul di Kuala Kencana, 14 Februari 2026, seolah menegaskan: keselamatan adalah perjalanan, bukan acara satu hari.

Sebagai perusahaan tambang terintegrasi dari hulu ke hilir, afiliasi Freeport-McMoRan dan MIND ID, PTFI menambang bukan hanya mineral, tetapi juga nilai kemanusiaan—bagaimana industri besar tetap berpijak pada martabat manusia.

Di kedalaman Grasberg, di panasnya smelter, dan di sunyinya rumah para pekerja, satu pesan berulang:

Keselamatan bukan tujuan akhir.
Ia adalah cara kita menjalani hidup.

 

Example 300250