Pisah Sambut yang Mengajarkan Arti Kerja, Kesabaran, dan Kebersamaan
MIMIKA | LINTASTIMOR.ID —
Dalam birokrasi, jabatan bisa berganti. Namun pengabdian, kenangan, dan kerja bersama tak pernah benar-benar selesai. Senin, 19 Januari 2026, Dinas Sosial Kabupaten Mimika menjadi saksi peralihan kepemimpinan yang berlangsung dalam suasana sederhana, hangat, dan sarat makna.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 800.1.3.3-01 tanggal 14 Januari 2026, Hasan Kemong, S.IP, resmi ditetapkan sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, menggantikan Devota Maria Leisubun, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas.
Serah terima jabatan digelar di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong. Momentum ini menandai keberlanjutan tugas pelayanan sosial di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.
Perpisahan yang Dibalut Rasa Terima Kasih
Usai prosesi serah terima, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer Dinas Sosial berkumpul dalam acara pisah sambut di ruang pertemuan dinas. Bukan sekadar seremoni, acara ini menjadi ruang berbagi rasa—tentang kerja, kebersamaan, dan perjalanan lima bulan yang penuh cerita.
Dalam sambutannya, Devota Maria Leisubun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran yang telah bekerja bersama dalam suka dan duka.
“Kurang lebih lima bulan kita bersama. Ada banyak cerita yang kita lalui. Jika selama kebersamaan itu ada kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, dalam keadaan sadar ataupun tidak sadar, saya mohon kiranya dimaafkan,”
— Devota Maria Leisubun
Kalimat itu mengalir lirih, namun kuat—mewakili etika pamit seorang pemimpin yang meninggalkan jejak kerja, bukan jarak.
Dari Honorer ke Pucuk Pimpinan
Sementara itu, Hasan Kemong, Kepala Dinas Sosial yang baru, mengawali sambutannya dengan refleksi perjalanan hidup dan karier yang panjang—dari tenaga honorer hingga mencapai jabatan struktural tertinggi di dinas tersebut.
“Menjadi kepala dinas itu tidak mudah. Saya memulai dari tenaga honorer, diangkat menjadi PNS golongan IIA, dan hari ini berada di golongan IVA. Semua ini adalah proses panjang,” ungkapnya.
Hasan menegaskan pentingnya kepemimpinan yang inklusif. Ia meminta para kepala bidang dan kepala sub bagian untuk melibatkan staf dalam setiap kegiatan, agar tidak ada yang merasa ditinggalkan dalam roda kerja.
“Jangan sampai ada keluhan di antara kita. Baik kabid, kasubag, staf ASN maupun tenaga honorer—berbagilah tugas dan kegiatan secara bersama-sama,” harapnya.
Sosial adalah Kerja Hati
Dinas Sosial bukan sekadar institusi administratif. Ia adalah tempat negara hadir bagi mereka yang paling membutuhkan. Karena itu, pergantian kepemimpinan di dinas ini bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang kesinambungan empati dan kepekaan sosial.
Pisah sambut ini mengajarkan bahwa birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang mampu berpamitan dengan hormat dan menyambut dengan kerendahan hati. Di Mimika, tongkat pengabdian berpindah tangan—dengan harapan, kerja sosial tetap berjalan dalam semangat kebersamaan dan pelayanan tanpa sekat.


















