“Tanya Linda”, Ikhtiar Sunyi dari Timika untuk Keadilan Akses Kesehatan
TIMIKA |LINTASTIMOR.ID| —
Di banyak wilayah, jarak menuju layanan kesehatan bukan hanya soal kilometer, melainkan soal waktu, biaya, dan harapan yang sering tertunda. Dari kenyataan itulah sebuah inovasi lahir—sederhana, membumi, dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Puskesmas Mimika Timika kini bersiap melangkah lebih jauh. Program inovasi yang mengantarkan mereka meraih Juara III Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 akan dikembangkan menjadi layanan berbasis aplikasi WhatsApp bernama “Tanya Linda”. Sebuah ikhtiar agar pelayanan kesehatan tak lagi menunggu warga datang, tetapi hadir lebih dulu menyapa.
Rekomendasi pengembangan ini datang dari tim penilai lomba yang melihat potensi besar program tersebut untuk menjangkau masyarakat luas—terutama mereka yang tinggal di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.
“Setelah meraih penghargaan, tim penilai menyarankan agar program ini dibuat lebih mudah diakses masyarakat. Karena itu, kami mengembangkannya menjadi aplikasi dengan nama ‘Tanya Linda’,”
ujar Kepala Puskesmas Mimika Timika, dr. Moses Untung, Rabu (14/1/2026).
Pelayanan Kesehatan yang Mendekatkan Diri
“Tanya Linda” dirancang sebagai pendekatan terintegrasi berbasis program keluarga. Ia memanfaatkan WhatsApp—platform yang telah akrab di tangan masyarakat—sebagai jembatan antara warga dan tenaga kesehatan.
Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat:
- Mengajukan permintaan kunjungan rumah oleh petugas kesehatan
- Menyampaikan keluhan dan pertanyaan medis
- Memberikan saran dan masukan atas layanan puskesmas
- Mengakses jadwal Posyandu secara real-time
Di balik fitur-fitur itu, tersimpan satu tujuan utama: menghapus jarak antara kebutuhan dan pertolongan.
Dari Konsultasi Hingga Rujukan Medis
Saat ini, tim Puskesmas Mimika Timika tengah melakukan survei untuk menyempurnakan fitur-fitur baru. Ke depan, “Tanya Linda” dirancang tidak hanya sebagai sarana komunikasi dasar, tetapi juga sebagai pintu masuk layanan kesehatan lanjutan.
Aplikasi ini direncanakan akan menyediakan:
- Konsultasi langsung dengan dokter spesialis atau dosen kesehatan
- Sistem rujukan cepat ke rumah sakit apabila ditemukan indikasi medis yang memerlukan penanganan lanjutan
Dengan alur tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih responsif, terukur, dan berkelanjutan.
Keadilan Kesehatan di Era Digital
Di era digital, inovasi pelayanan publik tidak selalu berarti teknologi canggih dan rumit. Kadang, ia justru hadir dalam bentuk yang paling sederhana—memanfaatkan apa yang sudah akrab di masyarakat.
“Tanya Linda” adalah contoh bagaimana negara dapat hadir dengan cara yang lebih manusiawi: mendengar, merespons, dan bergerak bersama warga. Ia bukan sekadar aplikasi, tetapi pernyataan kepedulian bahwa setiap orang berhak atas layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan bermartabat.
“Dengan aplikasi ‘Tanya Linda’, kami berharap kualitas pelayanan meningkat dan akses kesehatan menjadi lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat,”
tutup dr. Moses Untung.
Dari Timika, sebuah pesan penting disampaikan:
bahwa kesehatan bukan soal menunggu di ruang tunggu, melainkan tentang kehadiran negara yang bisa dijangkau dalam satu sentuhan.


















