Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaGaya HidupKabupaten MimikaPeristiwa

Ketika Sembako Tak Cukup, Keadilan Dibagi Rata: Inauga Menyiasati Kekurangan

91
×

Ketika Sembako Tak Cukup, Keadilan Dibagi Rata: Inauga Menyiasati Kekurangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MIMIKA |LINTASTIMOR.ID — Pagi di Kelurahan Inauga tak sekadar diwarnai antrean warga. Ia menjadi saksi bagaimana keterbatasan dipeluk dengan kebijakan, dan kekurangan dijawab dengan rasa keadilan. Di tengah jumlah bantuan yang tak sebanding dengan kebutuhan, kelurahan memilih jalan sunyi: membagi rata, agar tak ada yang sepenuhnya tertinggal.

Bantuan pangan dari Bulog berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter disalurkan kepada masyarakat tidak mampu dan lanjut usia. Meski alokasi awal hanya mencukupi 122 Kepala Keluarga (KK) berdasarkan data resmi, kebijakan kelurahan membuat bantuan tersebut akhirnya menjangkau lebih dari 200 KK.

Example 300x600

Pembagian dilakukan di Kantor Kelurahan Inauga, yang disiapkan sebagai pusat layanan agar akses warga lebih mudah dan proses berjalan tertib.

Petugas kelurahan mengatur alur antrean, melakukan verifikasi data, serta memberi prioritas kepada warga lanjut usia agar tidak terlalu lama menunggu.

Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan yang pertama kali diterima kelurahannya dari Bulog.

“Bantuan pangan ini baru pertama kali datang. Sesuai data seharusnya hanya untuk 122 KK, tetapi karena banyak warga yang membutuhkan, kami mengambil kebijakan untuk membaginya secara merata,”
— Gerson Rumbarar, Lurah Inauga

Kebijakan tersebut dilakukan dengan sistem satu persediaan untuk dua keluarga, agar jangkauan penerima dapat diperluas. Meski porsi terbagi, setiap keluarga tetap menerima paket bantuan sesuai ketentuan.

“Meskipun tidak banyak, kami ingin semua warga bisa merasakan manfaatnya. Prinsipnya, keadilan harus dirasakan bersama,”
— Gerson Rumbarar

Sepanjang proses pembagian, suasana berlangsung tertib dan kondusif. Warga datang sejak pagi, sebagian membawa harapan sederhana: cukup untuk dapur hari ini dan esok. Sejumlah lansia tampak mendapat pendampingan khusus, sebagai bentuk kepedulian agar mereka tetap terlayani dengan layak.

Rasa syukur pun mengalir dari warga kepada pemerintah kelurahan dan Bulog. Di tengah tekanan ekonomi, bantuan pangan ini menjadi penopang yang berarti—meski kecil secara jumlah, namun besar secara makna.

Dalam kesempatan itu, Gerson juga menyampaikan apresiasi kepada Bulog atas dukungan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog yang telah menyalurkan bantuan pangan bagi warga Kelurahan Inauga,” ujarnya.

Bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat tidak mampu dan lansia, sekaligus menjadi pengingat bahwa akses pangan bukan sekadar soal jumlah, melainkan tentang kehadiran negara yang adil dan merata, terutama bagi mereka yang paling rentan.

Example 300250