Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaKabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Air Bersih untuk Martabat Hidup

141
×

Air Bersih untuk Martabat Hidup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pemda Mimika Membuka 8.000 Sambungan, Menata Manusia, Sistem, dan Masa Depan

TIMIKA | LINTASTIMOR.ID
Air bersih bukan sekadar aliran dari pipa ke rumah-rumah. Ia adalah martabat hidup, penentu kesehatan, dan fondasi peradaban. Kesadaran itulah yang kini mendorong Pemerintah Daerah Mimika memperluas akses layanan air bersih hingga 8.000 sambungan rumah, sebuah langkah besar yang menyentuh langsung kebutuhan paling dasar warga.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa perluasan ini bukan pekerjaan instan. Pemda sedang menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan PDAM dari daerah lain, sebagai bagian dari strategi perbaikan menyeluruh sebelum pengelolaan air bersih sepenuhnya dialihkan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di masa mendatang.

Example 300x600

“Semua ini tidak bisa dikerjakan terburu-buru. Kami sedang menyusun langkahnya secara cermat dan berkelanjutan,” ujar Johannes Rettob.

Bukan Sekadar Pipa, Tapi Tata Kelola

Bupati menekankan, persoalan air bersih di Mimika tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, ada tiga simpul krusial yang harus dibenahi secara bersamaan:
manajemen, sumber daya manusia (SDM), dan struktur organisasi.

Tanpa pembenahan pada ketiga aspek tersebut, pipa bisa terpasang, tetapi layanan tak akan mengalir dengan baik.

“Infrastruktur penting, tetapi tidak cukup. Manajemen yang lemah, SDM yang tidak siap, dan organisasi yang tidak tertata akan membuat layanan publik tidak optimal,” tegasnya.

8.000 Sambungan, 8.000 Harapan

Tahun ini, Pemda Mimika menargetkan penambahan 8.000 sambungan rumah sebagai bagian dari program perluasan layanan air bersih. Target ini bukan sekadar angka administratif, melainkan harapan nyata agar lebih banyak keluarga di Mimika dapat menikmati air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Namun, di balik ambisi tersebut, pemerintah juga dihadapkan pada tantangan lapangan yang tidak sederhana. Bupati mengakui masih terdapat berbagai kendala teknis, salah satunya adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menggunakan dan menjaga fasilitas layanan publik.

Kondisi ini kerap menghambat pelaksanaan proyek dan mengurangi efektivitas program yang telah dirancang dengan anggaran dan perencanaan matang.


Tanggung Jawab Bersama: Negara dan Warga

Kerja sama dengan pihak ketiga dan rencana pengalihan pengelolaan ke BUMD diharapkan menjadi titik balik dalam tata kelola layanan air bersih di Mimika. Namun pemerintah menegaskan, keberhasilan program ini tidak bisa berdiri di satu kaki.

Negara bertugas menyediakan sistem dan layanan yang baik.
Masyarakat memegang peran menjaga, menggunakan dengan benar, dan mendukung kebijakan publik.

Tanpa kesadaran kolektif, investasi sebesar apa pun akan kehilangan maknanya.


Pelajaran bagi Publik

Program air bersih ini mengajarkan satu hal penting:
bahwa pembangunan tidak hanya soal apa yang dibangun, tetapi bagaimana ia dikelola dan dijaga bersama.

Air bersih adalah urusan teknis, sekaligus urusan etika sosial.
Ia menuntut disiplin, kesadaran, dan rasa memiliki.

Ketika pipa mengalir hingga ke rumah-rumah warga, yang diharapkan bukan hanya air—
melainkan kehidupan yang lebih sehat, adil, dan bermartabat bagi Mimika hari ini dan esok.

 

Example 300250