Scroll untuk baca artikel
Bupati  mimika
BeritaNasionalOtomotif

Avtur, Sayap Pulang, dan Janji Negara di Langit Timur

242
×

Avtur, Sayap Pulang, dan Janji Negara di Langit Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketika Arus Balik Bukan Sekadar Angka, Melainkan Nafas Perjalanan Manusia Papua–Maluku

PAPUA |LINTASTIMOR.ID —
Di langit timur Indonesia, pesawat-pesawat itu tak sekadar membawa penumpang. Mereka memikul cerita pulang, logistik kehidupan, dan denyut ekonomi wilayah kepulauan. Di balik setiap lepas landas, ada satu energi yang bekerja diam-diam namun menentukan segalanya: Avtur.

Libur Natal dan Tahun Baru selalu menjadi musim ujian bagi rantai pasok energi udara. Tahun ini, lonjakannya tak main-main. Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mencatat penyaluran Avtur melonjak hingga 37,6 persen dibandingkan hari normal pada masa keberangkatan. Angka itu bukan sekadar statistik—ia adalah penanda betapa udara telah menjadi nadi utama mobilitas masyarakat Timur Indonesia.

Example 300x600

“Moda transportasi udara adalah urat nadi wilayah timur. Karena itu, ketersediaan Avtur menjadi prioritas mutlak kami,”
— Awan Raharjo, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku,Jumat (2/1/2026).

Energi yang Membaca Arah Angin Mobilitas

Pertamina Patra Niaga tak hanya menghitung volume, tetapi membaca peta pergerakan manusia. Pada fase keberangkatan hingga Hari Natal, Papua Barat mencatat kenaikan konsumsi Avtur tertinggi hingga 22 persen, disusul Papua Barat Daya 19 persen, dan Papua 15 persen. Angka-angka ini mencerminkan denyut ekonomi, pariwisata, dan distribusi logistik yang bergerak serempak di langit timur.

Menjelang arus balik Tahun Baru 2026, kesiapsiagaan diperketat. Stok Avtur dipastikan aman hingga 20 hari ke depan, sebuah jaminan kehandalan di wilayah yang tak selalu mudah dijangkau.

“Kehandalan stok adalah kunci. Tanpa Avtur, tidak ada penerbangan. Tanpa penerbangan, Timur bisa kembali terisolasi,”
— Awan Raharjo

Di titik ini, Avtur tak lagi sekadar bahan bakar. Ia adalah jaminan keterhubungan, prasyarat keadilan mobilitas, dan fondasi ekonomi wilayah kepulauan.

Serambi MyPertamina: Ketika Energi Menyapa Manusia

Namun energi tidak hanya bekerja di balik mesin. Di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Pertamina menghadirkan wajah lain dari layanan publik: Serambi MyPertamina. Sejak 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, ruang ini menjadi jeda kemanusiaan di tengah hiruk-pikuk bandara.

Porter gratis, kursi pijat, layanan kesehatan, area bermain anak, hingga snack dan minuman—semua disediakan tanpa biaya. Bahkan, bingkisan Natal dan Tahun Baru ikut menyapa penumpang.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi sebagai mitra perjalanan,”
— Awan Raharjo

Papua Barat Daya, dengan mobilitas udara tertinggi di kawasan Papua–Maluku, menjadi panggung yang tepat bagi inisiatif ini. Di sini, energi bertemu empati.

Suara Penumpang, Cermin Pelayanan

Firman, penumpang tujuan Manado, merasakan langsung manfaatnya.

“Fasilitasnya nyaman dan sangat membantu. Kami juga mendapat informasi tentang MyPertamina. Semoga layanan seperti ini ada di banyak bandara lain,” ujarnya.

Testimoni itu sederhana, tetapi bermakna: pelayanan publik yang baik selalu terasa personal.

 Avtur dan Keadilan Langit

Dalam kacamata ekonomi, Avtur adalah komoditas strategis. Namun di Timur Indonesia, ia lebih dari itu. Ia adalah instrumen pemerataan, jembatan antara pulau dan pusat, antara harapan dan kenyataan.

Ketika Pertamina Patra Niaga memastikan Avtur tetap mengalir, sesungguhnya yang dijaga bukan hanya mesin pesawat, melainkan hak warga untuk bergerak, pulang, dan bermimpi. Di langit Papua–Maluku, energi telah menemukan maknanya: melayani kehidupan.

 

Example 300250