MAPPI |LINTASTIMOR.ID–Di lapangan upacara Polres Mappi, Selasa pagi yang tenang itu, pangkat tidak sekadar bertambah garis atau bintang. Ia naik bersama doa, keringat, dan jejak panjang pengabdian. Di tanah Papua yang keras sekaligus hangat, kenaikan pangkat menjadi penanda: bahwa tugas belum selesai, justru kian berat dan bermakna.
Sebanyak 17 personel Polres Mappi dan Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Mappi berdiri tegak, menyandang pangkat baru. Mereka bukan sekadar naik setingkat lebih tinggi, tetapi sedang menapaki tangga amanah yang menuntut keteguhan hati, kejernihan pikiran, dan kesediaan melayani tanpa pamrih.
Di antara mereka, 1 personel naik dari Iptu ke AKP, 2 dari Aipda ke Aiptu, 6 dari Bripka ke Aipda, 5 dari Briptu ke Brigpol, dan 3 dari Bharatu ke Bharaka. Setiap kenaikan adalah cerita. Setiap cerita adalah perjalanan yang tidak selalu mudah.
Upacara korp raport dipimpin langsung Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, S.IP., M.H. Dalam amanatnya, ia tidak menempatkan pangkat sebagai hak, melainkan sebagai hasil dari penilaian panjang atas kinerja, integritas, dan perilaku yang selaras dengan hukum dan etika kepolisian.
“Kenaikan pangkat bukan hadiah rutin organisasi. Ia adalah penghargaan atas kerja keras, disiplin, dan sikap hidup yang dijaga setiap hari,” ujar Kapolres dengan suara yang tegas namun teduh.
Di Mappi, pangkat bukan hanya soal struktur komando. Ia adalah tanggung jawab moral—kepada negara, institusi, dan terutama masyarakat yang menggantungkan rasa aman pada seragam cokelat yang mereka kenakan.
“Semakin tinggi pangkat, semakin besar amanah yang dipikul. Ini harus dibarengi peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan keteladanan,” tegas Kompol Suparmin.
Dalam nada reflektif itu, pesan kepemimpinan terasa jernih: menjadi polisi bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi menjaga nurani. Pangkat boleh naik, namun kerendahan hati harus tetap berpijak di tanah.
Momen pemberian ucapan selamat secara simbolis menutup upacara. Jabatan tangan, senyum sederhana, dan tatapan mata yang menyimpan tekad—semuanya menjadi saksi bahwa di balik seragam rapi, ada manusia-manusia yang terus belajar setia pada tugasnya.
Kenaikan pangkat hari itu bukan garis akhir. Ia adalah awal baru: awal dari tanggung jawab yang lebih luas, tuntutan yang lebih tinggi, dan pengabdian yang harus semakin bersih.
Di langit Mappi, pangkat memang naik. Tetapi yang paling penting, harapan masyarakat ikut terangkat bersamanya.


















