Scroll untuk baca artikel
Dirgahayu Indonesia 80
Example 728x250
Kabupaten MimikaPeristiwaPolkam

Mimika Bangun Budaya Sadar Bencana: BPBD Gelar Sosialisasi RPB Tahap II

46
×

Mimika Bangun Budaya Sadar Bencana: BPBD Gelar Sosialisasi RPB Tahap II

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIMIKA |LINTASTIMOR.ID)– Di tanah Mimika yang indah sekaligus rawan, pemerintah daerah berupaya menanamkan kesadaran: bencana tidak bisa ditolak, tetapi dampaknya bisa dicegah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jumat (29/8/2025), digelar sosialisasi Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tahap II di Hall Hotel Grand Tembaga.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Frans Kambu, yang hadir mewakili Bupati Mimika, membuka kegiatan dengan pesan tegas namun penuh kehangatan.

Example 300x600

“Kabupaten Mimika memiliki bentang alam yang indah sekaligus rentan—dari pesisir hingga pegunungan. Kita menghadapi banjir, longsor, gelombang ekstrem, gempa, bahkan tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan adalah benteng terbaik kita,” ujar Frans Kambu.

Ia menekankan, pencegahan bencana tidak bisa ditumpukan pada pemerintah semata. RPB tahap II sengaja dirancang partisipatif, melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga unsur TNI/Polri.

“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Masukan dari masyarakat bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci agar dokumen ini hidup, membumi, dan bisa dipraktikkan,” tambahnya.

RPB sendiri merupakan peta jalan: langkah-langkah sebelum, saat, dan setelah bencana. Dokumen ini menjadi panduan agar Mimika mampu menekan risiko dan meminimalkan luka yang ditinggalkan bencana.

Di balik sosialisasi ini, pemerintah Mimika sejatinya sedang menenun fondasi ketangguhan. Selaras dengan visi GERBANG EMAS (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera), kesadaran bencana ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan.

Frans Kambu menutup sambutannya dengan ajakan penuh refleksi:

“Mari kita bangun budaya sadar bencana. Dengan RPB yang kokoh dan partisipasi yang tulus, Mimika akan lebih tangguh. Keselamatan dan kesejahteraan adalah warisan terbaik untuk anak cucu kita.”

Sosialisasi ini bukan sekadar forum, melainkan tanda bahwa Mimika tidak menunggu bencana datang untuk kemudian menyesal. Ia sedang belajar berjalan di depan badai—mencegah luka, memeluk hidup.


 

Example 300250